BUKAMATA – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan segera menggelar penambahan modal tanpa memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menggandeng investor strategis.
Ini dilakukan dalam rangka penyehatan kinerja keuangan perusahaan.
Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan aksi korporasi tersebut dilakukan setelah Garuda mendapatkan suntikkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun.
"Langkah kedua kami mencari private placement beberapa bulan ke depan," ungkap Erick saat ditemui di Hotel Fairmont Jakarta, dilansir dari CNBC, Kamis (2/4/23).
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan dalam pelaksanaan PMTHMETD, Garuda telah melakukan pembahasan dengan beberapa maskapai dari Timur Tengah.
Namun sayangnya, pembahasan tersebut masih pada tahap awal sehingga nilai investasinya belum dapat disebutkan.
Pertemuan lanjutan rencananya akan kembali digelar. Namun Kartika akan menunggu terlebih dahulu laporan kinerja Garuda pada kuartal 1-2023 sehingga bisa meyakinkan para calon investor.
Dia menargetkan dari aksi korporasi tersebut, Garuda bisa mendapatkan pendanaan hingga US$400 juta.
"Kami targetkan setidaknya US$300 juta sampai US$400. Namun kami tidak tahu investor bagaimana," sebutnya.
BERITA TERKAIT
-
Buka Puasa Bersama PT POMU, Bupati Luwu Timur Tekankan Pentingnya Investasi untuk PAD
-
Primadona Para Investor, Realisasi Investasi Luwu Timur Peringkat Kedua Setelah Makassar
-
Pemprov Sulsel Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Singapura
-
Investor Pasar Modal Indonesia Didominasi Generasi Muda
-
Hadiri Kongres HAM Luwu Timur Batara Guru, Irwan Bachri Syam Harap Mahasiswa Jadi Pelaku Pengembangan Ekonomi Daerah