BUKAMATA – Hujan deras mengguyur Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (1/2/2023) sejak pukul 17.30 Wita. Hujan deras terjadi cukup lama membuat air sungai meluap. Luapan air sungai sampai ke pemukiman warga khususnya di dataran rendah. Hujan yang tak berhenti itu menyebabkan banjir dan kerusakan di sejumlah wilayah di Parepare.
Kordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Erik mengatakan ada 13 titik banjir dan telah dilakukan evakuasi terhadap warga.
"Ada 13 laporan sementara yang masuk. Itu terbagi di beberapa wilayah di Kota Parepare," katanya.
"Upaya yang dilakukan hingga saat ini TRC-PB dan staf BPBD melakukan evakuasi dan penanganan terhadap kejadian tersebut," ujarnya.
Kerusakan Jembatan dan Rumah
Dua jembatan ambles di Jl Bambu Runcing, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (2//2/2023). Warga Yusran mengatakan kendaraan tidak dapat melintas.
"Dua jembatan ambles karena hujan deras ini. Bisa melintas tapi berbahaya karena jalannya tinggal setengah," katanya.
Jembatan ambles akibat derasnya air sungai yang sudah masuk ke jalan. Bagi yang melintas harus ekstra hati-hati. Sebagai jalan alternatif, warga lewat jembatan Jawi-jawi atau jembatan lamaubeng. "Bagi warga yang ingin meilntas saya sarankan lewat jembatan jawi-jawi dan lewat jembatan lamaubeng," singkatnya.
Selain jembata, banjir juga merendam beberapa pemukiman hingga warga melakukan pengungsian, seperti BTN. Savaras di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Bacukiki Barat. Ketua RW Sahar mengatakan sebanyak 53 kepala keluarga (KK) mengungsi.
"Yang jelas KK di dalam ada 53 semuanya mengungsi," katanya.
Selain itu, satu rumah warga di BTN. Savaras tersapu banjir serta beberapa rumah jebol.
"Informasinya ada satu rumah tersapu banjir, tapi Alhamdulillah semua warga sudah dievaluasi," jelasnya.
Warga mengungsi ke tetangga terdekat. Sahar menjelaskan awalnya warga tidak mengira bahwa banjir akan datang. Kemudian puncaknya setelah Salat Isya, air dari luapan sungai mulai tinggi.
"Banjir terjadi setelah hujan deras ini yang mengakibatkan banjir datang secara tiba-tiba," ujarnya.
"Pada saat kejadian hujan sudah reda, tapi banjir datang tiba-tiba mengakibatkan BTN Savaras tenggelam," ungkapnya.
Longsor
Kemudian juga terjadi bencana longsor di Jl Kesuma Timur dan ditangani olehTim Reaksi Cepat BPBD
"Pukul 20.40, tanah longsor di Jl Kesuma timur, ada warga yang tertimbun dua jiwa. Sementara dalam evakuasi dan penanganan," jelasnya.
SAR Brimob evakuasi ibu dan bayi yang terjebak banjir di Jl Jend Ahmad Yani Km 3 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (2/2/2023). Evakuasi ibu dan bayi itu menggunakan perahu rakitan. SAR Brimob menurunkan 12 tim yang tersebar di berbagai titik lokasi banjir.
"Melaksanakan evakuasi Ibu dan bayi yang terjebak banjir menggunakan perahu rakitan Batalyon B Pelopor," katanya.
Danyon Brimob Parepare Kompol Ramli mengatakan personelnya sudah tersebar di berbagai titik banjir. Dia juga terjun langsung ke salah satu puskesmas yang terdampak banjir untuk evakuasi pasien.
"Kami melakukan evakuasi di Puskesmas Bojo Baru, Kabupaten Barru karena air sudah naik setinggi lutut," katanya.
"Pasien dievakuasi ke RS Hasri Ainun Kota Parepare," tambahnya.
Meski hujan mulai reda, tim juga masih mengantisipasi apabila ada banjir susulan. "Kita mengantisipasi apabila ada banjir susulan namun saat ini kondisi sudah membaik," ujarnya.
Dia juga bersyukur rakit buatan SAR Brimob dapat bermanfaat dalam mengevakuasi warga.
"Alhamdulillah hari ini perahu rakitan yang kita buat dapat bermanfaat mengevakuasi warga," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
BPBD Makassar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa banjir, Evakuasi Dilakukan di Titik Rawan
-
Personel Polres Selayar Bantu Warga Bersihkan Jalan yang Tertutup Sampah dan Lumpur Akibat Hujan Deras
-
Hujan Deras Guyur Jakarta, 50 RT Terendam Banjir
-
Bencana Hidrometeorologi Ancam Sulsel, Pemda dan Masyarakat Diminta Siaga Hingga 31 Januari
-
Longsor di Poros Bone-Makassar Lumpuhkan Akses Jalan