Redaksi : Selasa, 31 Januari 2023 22:06

BUKAMATA - Korban tewas akibat bom bunuh diri di sebuah masjid Sunni di Peshawar, Pakistan, meningkat menjadi 88 orang. Serangan terhadap masjid di dalam kompleks polisi ini merupakan salah satu yang paling mematikan terhadap pasukan keamanan Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.

Pengebom itu meledakkan dirinya tak lama setelah ratusan jemaah berbaris untuk melaksanakan salat Zuhur, yang terbaru dalam serangkaian serangan yang menargetkan polisi.

Lebih dari 300 jemaah tengah beribadah saat bom bunuh diri meledak pada Senin (30/1/2023) pagi, memporak-porandakan bangunan.

Sementara korban terus bertambah, aparat Pakistan memburu pelaku yang hingga kini masih menjadi misteri.

Taliban Pakistan Bantah Dalangi Bom masjid usai Pengakuan Komandan. Ledakan itu sendiri terjadi di masjid yang berada di dalam kompleks polisi di Kota Peshawar pada Senin (30/1).

Akibat ledakan itu, atap masjid runtuh dan menewaskan serta melukai para polisi di lokasi.

Tak diketahui bagaimana peledak itu masuk ke dalam kompleks yang dijaga ketat tersebut. Sejauh ini, pelaku ledakan bom tersebut diduga Taliban Pakistan.

Komandan Tehreek-e-Taliban Pakistan (Taliban Pakistan), Sarbakaf Mohmand, sempat mengakui ledakan itu dilakukan kelompoknya. Klaim itu diungkap melalui Twitter, seperti dilaporkan Associated Press.

Seorang korban selamat, petugas polisi berusia 38 tahun, Meena Gul, mengatakan dia berada di dalam masjid selama ledakan. “Saya tidak tahu bagaimana bisa selamat tanpa cedera,” katanya.