TAKALAR, BUKAMATA - Institut Teknologi Pertanian (ITP) berencana membangun kawasan pertanian terpadu yang hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat. Selain itu, untuk mensubsidi dana pendidikan mahasiswa ITP.
Saat ini, jumlah mahasiswa ITP mencapai 500 orang, dengan pola pembiayaan sharing, yaitu beasiswa yayasan dan sumbangan pendidikan dari desa.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, ITP berusaha membangun kolaborasi antara ITP dengan pemerintah daerah dan Kementrian, serta masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani. Masyarakat akan diajak mengembangkan tanaman pangan lainnya dan ternak yang hasilnya dapat berupa bahan pangan, ternak, pupuk organik dan hasil sampingan lainnya.
"Hari ini kami meninjau salah satu lokasi yang akan dijadikan kawasan pertanian terpadu, kami menunggu hasil kajian. Selain menguntungkan masyarakat, kawasan ini akan dijadikan sebagai tempat praktek mahasiswa dan hasilnya akan mensubsidi biaya pendidikan mahasiswa," urai Nurkaslim, yang ditunjuk sebagai Projek Manager Kawasan Pertanian Terpadu ITP.
Pada saatnya nanti, ITP akan beraudiensi dengan Penjabat Bupati Takalar dan bupati kabupaten lainnya, untuk mengembangkan kawasan pertanian terpadu yang direncanakan akan didirikan di beberapa kabupaten. (*)
BERITA TERKAIT
-
Gebrakan Bupati Daeng Manye: Ubah Balla Ewako Jadi Pusat Layanan Kilat Terpadu
-
Bupati dan Wakil Bupati Takalar Salat Idul Adha Bersama Masyarakat di Lapangan HM. Daeng Sibali
-
Menuju Takalar Digital: Bupati Daeng Manye Lobi Komdigi Berantas ‘Blank Spot’ & Matangkan Layanan 112
-
Sambut Iduladha, Takalar Gelar Pelatihan Qurban Syar’i dan Sehat untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat
-
Wujud Empati, Daeng Manye Hadiri Langsung Rumah Duka Mertua Sekda Takalar