TAKALAR, BUKAMATA - Institut Teknologi Pertanian (ITP) berencana membangun kawasan pertanian terpadu yang hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat. Selain itu, untuk mensubsidi dana pendidikan mahasiswa ITP.
Saat ini, jumlah mahasiswa ITP mencapai 500 orang, dengan pola pembiayaan sharing, yaitu beasiswa yayasan dan sumbangan pendidikan dari desa.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, ITP berusaha membangun kolaborasi antara ITP dengan pemerintah daerah dan Kementrian, serta masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani. Masyarakat akan diajak mengembangkan tanaman pangan lainnya dan ternak yang hasilnya dapat berupa bahan pangan, ternak, pupuk organik dan hasil sampingan lainnya.
"Hari ini kami meninjau salah satu lokasi yang akan dijadikan kawasan pertanian terpadu, kami menunggu hasil kajian. Selain menguntungkan masyarakat, kawasan ini akan dijadikan sebagai tempat praktek mahasiswa dan hasilnya akan mensubsidi biaya pendidikan mahasiswa," urai Nurkaslim, yang ditunjuk sebagai Projek Manager Kawasan Pertanian Terpadu ITP.
Pada saatnya nanti, ITP akan beraudiensi dengan Penjabat Bupati Takalar dan bupati kabupaten lainnya, untuk mengembangkan kawasan pertanian terpadu yang direncanakan akan didirikan di beberapa kabupaten. (*)
BERITA TERKAIT
-
Libatkan 24 Pesantren, Festival Santri Takalar 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda
-
Wakil Bupati Takalar Dukung Aisyah Nurul Izzah Ramli Berkompetisi di Tingkat Nasional
-
Bupati Takalar Gagas Festival Pesantren, 24 Ponpes Bakal Unjuk Potensi Lewat Kreativitas Digital
-
Sidak Layanan BPJS di Takalar, Bupati Daeng Manye Tekankan Pelayanan Lima Menit Tanpa Keluhan
-
Pemkab Takalar Gandeng ILO dan Swiss Dorong Digitalisasi Petani Rumput Laut