BONE,BUKAMATA- Masyarakat Kabupaten Bone mulai, resah dengan isu penculikan anak mulai yang terus berhembus akhir-akhir ini. Infomasi tersebut mulai beredar dalam pesan berantai di grup-grup WhatsApp.
Pesan berantai itu muncul setelah adanya kasus pembunuhan anak di makassar dengan modus ingin menjual organ tubuhnya beberapa waktu lalu.
Akibat peristiwa tersebut pun berdampak hingga ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Bone, yang mana banyak informasi bermunculan tentang adanya dugaan penculikan anak yang hampir terjadi.
Salah satu contoh, beredar informasi di Sosial Media tentang adanya dugaan siswi min 3 yang hampir menjadi korban penculikan, untungnya anak tersebut masih bisa melawan dengan cara menggigit tangan si pelaku.
Informasi lain yang beredar bahwa kejadian serupa juga terjadi di Jalan Besse Kajuara yang mana korbannya merupakan anak-anak sekolah yang mau diculik, dan saat kejadian anak tersebut langsung lari, ciri-ciri terduga pelaku seorang ibu-ibu dan bapak-bapak yang menggunakan mobil toyota avanza warna hitam tanpa plat.
Maraknya informasi yang beredar tersebut yang belum bisa dipastikan kebenarannya langsung mendapat tanggapan dari Kapolres Bone AKBP Arief Dody Suryawan.
Saat dikonfirmasi AKBP Dody mengatakan bahwa isu tersebut merupakan dampak dari kejadian di kota makassar sehingga mengakibatkan kecemasan terhadap orang tua di kabupaten Bone.
"Adapun pemberitaan yang bertempat di jl. Besse kajuara tidak jelas asal usulnya di mana pesan tersebut merupakan pesan terusan sehingga menyebar di grup Whatsapp dan sosial media lainnya sehingga menimbulkan kecemasan"kata Kapolres Bone AKBP Dody
Terkait isu lain yang terjadi aksi percobaan penculikan anak yang terjadi Jl. Veteran Kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone itu juga tidak benar.
Menanggapi maraknya informasi yang beredar di Sosial Media Polres Bone sudah menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan percayakan kamtibmas kepada kepolisian apabila ada hal mencurigakan segera laporkan ke polisi untuk ditindak lanjuti.
"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak percaya hoax khususnya di medsos, namun juga kami minta kepada orang tua untuk tetap mengawasi anak anaknya"Tutupnya.