JAKARTA, BUKAMATA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan menghentikan impor beras Februari mendatang. Keputusan ini diambil karena pertanian padi memasuki musim panen raya di Bulan Maret.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo, menjelaskan, setelah semua panen raya, tidak akan ada lagi impor beras.
"Kami akan setop (impor). Total 500 ribu ton hanya bridging sampai panen raya, yang menurut BPS (Badan Pusat Statistik) pada Februari akhir," kata Arief, belum lama ini.
Sebagai informasi, beras impor sebanyak 300 ribu ton akan masuk pada Februari mendatang. Ini merupakan impor tahap kedua dalam rangka memenuhi target 500 ribu ton beras.
"Tahap kedua impor beras sebanyak 300 ribu ton tersebut didatangkan dari Vietnam, Thailand, Pakistan, dan Myanmar," ungkapnya.
Arief merinci, total beras impor sebanyak 500 ribu ton dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama mengimpor sebanyak 200 ribu ton, dan kedua sebanyak 300 ribu ton.
Sementara beras impor tahap pertama sebanyak 200 ribu ton yang awalnya ditargetkan rampung masuk pada Desember lalu, saat ini baru masuk 120 ribu ton karena kendala cuaca. "Dalam satu dua minggu ini akan genap 200 ribu, tetapi paralel," terangnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Disalurkan Mulai Februari 2026, Pemerintah Alokasikan 1,5 Juta Ton Beras SPHP
-
Indonesia Serap 1,5 Juta Ton Beras dari Petani, Zulhas: Tak Ada Impor Sampai Akhir Tahun
-
Pemerintah Bakal Stop Impor Beras, Gula, dan Garam
-
Dilaunching Pj Bupati Takalar, Program GENIUS Sasar 492 Siswa
-
Terima Penghargaan dari Bapanas, Sistem Manajemen Pengawasan Keamanan Pangan Segar Sulsel Terbaik di Indonesia