Hikmah : Sabtu, 07 Januari 2023 10:18

MAKASSAR, BUKAMATA - Bukamatanews melalui salah satu program nya yaitu Kopi Tumpah kembali menggelar dialog awal tahun. Dialog awal tahun yang mengangkat tema 'Strategi Sulsel Hindari Ancaman Badai Resesi 2023 ' ini digelar Jumat (6/1/2023) bertempat di Captain Coffe.

Dialog awal tahun tersebut menghadirkan empat pembicara yang kredibelitasnya tak diragukan lagi. Dr. Bahtiar Maddatuang selaku ketua STIE AMKOP Makassar. Febrina selaku Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Kabid Tanaman Pangan Dinas TPH Bun Sulsel, Syarifuddin Provinsi Sulawesi Selatan. Dan Edson Yudisthira, Pgs selaku Deputy General Manager, Vp Division of BUMN & Goverment Institution, PT. Bank Negara Indonesia. 

Isu mengenai resesi ekonomi 2023 kerap diperbincangkan oleh masyarakat. Ketakutan-ketakutan akan suramnya kehidupan di tahun 2023 menjadi momok yang cukup mengganggu bagi masyarakat. 

Dalam dialog tersebut narasumber mengingatkan ke masyarakat agar tidak terlalu panik menghadapi ancaman resesi 2023. Pasalnya Sulawesi Selatan kuat menghadapi resesi. Selain itu, apabila kepanikan timbul dalam masyarakat, maka kepanikan itu sendiri yang akan membuat masyarakat tak mampu menghadapi resesi.

Febriana dan Edson Yudhistira menganjurkan agar masyarakat tetap berinvestasi dan tetap berkonsumsi secara bijak.Hal tersebut disampaikan agar roda ekonomi tetap berputar. Sebab, tidak mengkonsumsi, akan membuat redistribusi keuangaan tidak bersirkulasi dengan baik. 

Selain itu Febriana dan Edson Yudhistira nenganjurkan agar proses edukasi pada masyarakat semakin dimassifkan, khususnya terkait dengan digitalisasi. Febriana juga mengingatkan pentingnya green ekonomi di tengah krisis iklim yang terjadi di seluruh dunia.

Syarifuddin l juga menguatkan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir mengenai ancaman resesi. Pasalnya Sulsel kuat menghadapi ancaman resesi.

Sulsel diuntungkan oleh iklim yang dapat membuat sektor perkebunan bisa panen hampir setiap harinya di seluruh wilayah sulsel.

Selain itu, Syarifuddin juga menuturkan bahwa hasil perkebunan tidak lagi hanya terserap oleh industri makanan. Semisal jagung, telah terserap oleh industri olahan lain seperti industri pakan. Hal tersebut akan menggenjot perekonomian sulsel semakin tumbuh dan kuat. 

Bahtiar Maddatuang juga menguatkan hal tersebut. Ia berharap agar pemerintah provinsi menggenjot kreativisme individu sebagai salah-satu langkah mengantisipasi pengangguran.

Bahtiar menuturkan bahwa dalam persiapan menghadapi resesi, sektor-sektor industri kreatif mesti didorong, tentunya dengan berbagai kerjasama berbagai pihak.

BERITA TERKAIT