BUKAMATA - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi tengah membangun sektor pariwisata di wilayahnya berbasis Penthalix. Sebuah kebijakan yang melibatkan semua elemen dan kelompok masyarakat, untuk membangun pariwisata di Sumenep agar dikenal di kancah nasional dan mendunia.
"Konsep ini dikembangkan karena pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di Sumenep tidak pernah bisa berjalan sendiri, perlu adanya kerja sama dalam pengembangannya," katanya dalam keterangan tertulis, dilansir Sabtu (7/1/23).
1. Potensi wisata Sumenep menjanjikan
Dia mengatakan, pentingnya pembangunan sumber daya manusia, sumber daya alam, infrastruktur, sosial dan budaya agar menunjang pengembangan sektor pariwisata. Pasalnya, potensi pariwisata di Sumenep sangat menjanjikan dan berpeluang untuk dijadikan industri yang akan mendatangkan penghasilan bagi warganya.
Pemkab Sumenep, kata Bupati Fauzi, sudah menyiapkan rangkaian kalender event dengan basis Penthalix untuk mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata, agar mendongkrak perekonomian di ujung timur pulau Madura itu.
Bahkan, Sumenep menjadi satu satunya pemerintah daerah di Jatim yang melaunching kalender event lebih awal.
"Dalam menumbuhkan pariwisata baru ataupun Menyiapkan kalender even semua di laksanakan secara Pentahelix," tambahnya.
2. Sejalan dengan kebijakan kementerian pariwisata
Seperti diketahui, konsep Pentahelix merupakan salah satu tawaran dari Kementerian Pariwisata terkait dengan pengembangan pariwisata di Indonesia. Tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata Republik Indonesia No 14 tahun 2016 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata yang berkelanjutan.
Tujuannya untuk memastikan dan kualitas aktivitas, fasilitas, pelayanan dan menciptakan pengalaman serta nilai manfaat pariwisata.
Politisi PDIP itu menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran stimulan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2023 untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Dia juga optimis, kalender event yang dibuat itu akan menarik pihak swasta untuk bekerjasama, karena pesona alam yang ditawarkan di Sumenep cukup beragam.
"Kami optimis nantinya swasta ikut berpartisipasi dalam sponsorship mempersiapkan even kalender wisata dan menyambut wisatawa," tegasnya.
3. Menggandeng akademisi dan media massa
Bupati Fauzi membuka ruang seluas-luasnya bagi stakeholder untuk memberikan masukan terhadap pembangunan wisata di wilayahnya. Salah satunya adalah masukan dari kalangan akademisi diharapkan ikut mendorong kajian berbasis intelektual, sehingga pertumbuhan sektor pariwisata di Sumenep bisa mencapai target.
"Civitas akademik harus emberikan Masukan kepada pemerintah dengan kajian kajian yang mereka buat untuk kemajuan Sumenep," tambahnya.
"Kita juga akan menggandeng media massa agar mempublikasikan semua kalender wisata dan keindahan alam di Sumenep. Masyarakat harus bekerja sama untuk memberikan masukan dan pengawasan. Kami sangat membuka ruang untuk berdiskusi dan memberikan gagasan," pungkasnya.