Hikmah : Jumat, 06 Januari 2023 13:50

BANTAENG, BUKAMATA - Motif pembunuhan terhadap Hamsatun Daeng Te’ne yang akrab disapa Haji Te’ne (85), warga Jalan Karaeng Kasia, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, masih menjadi tanda tanya. 

Dalam postingan warganet di sosial media, menduga kalau Hajjah Te’ne adalah korban perampokan. Dugaan ini muncul karena pintu jendela bagian belakang rumah korban terbuka.

Camat Bissappu, Andi Sultan Mustadjab, ketika tiba di TKP, mencoba mencari tahu jalur masuk pelaku ke rumah permanen berlantai dua yang ditinggali lansia tersebut. 

Salah seorang tetangga korban menunjukkan lorong berukuran kira-kira 50 sentimeter di sisi kanan rumah korban menuju ke belakang. Karena jalannya sempit, Camat tidak sempat melihat langsung jendela yang terbuka seperti diinformasikan warga.

Menurut Plt Lurah Bonto Rita, Rahman, Hajjah Te’ne sudah tiga kali menjadi korban pencurian. 

“Informasi dari para tetangga yang saya terima, almarhumah sudah tiga kali menjadi korban pencurian," katanya.

Rahman bilang, korban lazim menyimpan uang banyak di rumahnya. Dia pernah menyarankan agar Hajjah Te’ne menyimpan uangnya di bank.

“Beliau sering menyimpan uang dalam jumlah yang cukup banyak di rumahnya. Saya sudah menyarankan agar dia menyimpan uangnya di bank, tapi dia enggan. Alasannya, agak menyusahkan korban kalau tiba-tiba uangnya mau dibelanjakan," ujarnya.

Tentang motif pembunuhan, ia enggan berkomentar. Kata dia, hal ini ranahnya polisi. Hanya saja, dia mengungkapkan beberapa hal yang patut dijadikan salah satu dasar penyelidikan aparat kepolisian.

Apalagi menurutnya, korban sudah tiga kali menjadi sasaran empuk pencuri, karena selain sudah lansia, Te’ne juga tinggal hanya sendiri di rumah yang berukuran besar itu.

 “Ini kali ketiga Haji Te’ne menjadi sasaran pencuri yang kemudian akhirnya ditemukan meninggal di dalam kamarnya dengan tangan dan kaki terikat," jelasnya.

Ditambahkan Lurah, berdasarkan informasi yang dia terima, sebelum ditemukan meninggal, korban baru saja menjual hasil panen sawahnya. Hanya saja, Lurah tidak tahu berapa banyak jumlah penjualan hasil panen tersebut.