Fakta Kecelakaan Maut di Pangkep, Sopir Ingin Hindari Lubang
Korban kecelakaan maut tersebut merupakan rombongan keluarga yang merental jasa sopir dan kendaraan. Rencananya, mereka ingin kembali ke Makassar usai pulang dari Natalan dan Tahun Baru di Toraja.
MAKASSAR, BUKAMATA - Kasatlantas Polres Pangkep, AKP Dayu Ari Suastini, menyebut, sopir dalam tragedi kecelakaan maut di Segeri, Kabupaten Pangkep, pada Kamis, 5 Januari 2023, mencoba untuk menghindari lubang dalam perjalanannya menuju ke Makassar. Namun nasib berkata lain. Sopir kendaraan dengan nomor polisi DP 1319 JH itu tak bisa mengendalikan laju mobil hingga akhirnya menabrak pohon.
"Hujan deras. Mobil bergerak dengan kecepatan, (sopir) mau menghindari lubang, ambil kiri akhirnya lepas kontrol nabrak pohon dan jatuh ke parit," jelas AKP Dayu Ari, saat dikonfirmasi, Jumat, 6 Januari 2023.
Dalam insiden tersebut, seorang penumpang dinyatakan selamat. Sementara lima penumpang lainnya tewas di tempat. Lima orang tewas ini salah satunya adalah sopir.
AKP Dayu Ari juga menyebut, seluruh jasad kecelakaan maut itu dimakamkan di Tana Toraja.
"Lima meninggal dunia, empat penumpang dan seorang sopir. Seorang selamat," katanya.
Dia menyebut, korban kecelakaan maut tersebut merupakan rombongan keluarga yang merental jasa sopir dan kendaraan. Rencananya, mereka ingin kembali ke Makassar usai pulang dari Natalan dan Tahun Baru di Toraja.
"Merayakan Natal dan Tahun Baru di Toraja. Jasad sudah langsung dibawa ke pemakaman. Mereka dari Toraja mau ke Makassar. Infonya mobil rental plus sopir," jelasnya.
Hingga kini, kata AKP Dayu Ari, pihaknya masih menunggu kesediaan korban selamat insiden itu untuk dimintai keterangan.
"Kami masih menunggu pengakuan dari korban yang selamat dulu. Pastinya korban masih dalam kondisi trauma," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, keterangan Kepolisian menyebut bahwa kecelaaan tunggal tersebut terjadi diduga akibat pengendara yang mengantuk. Sehingga kendaraan roda empat yang dikemudikan oleng ke kiri dan menabrak sebuah pohon lalu terjatuh ke dalam parit.
Adapun identitas korban tewas yakni, sopir Muhammad Nasir warga Kabupaten Tana Toraja, Madarensiwati Palallo, (32) warga Kota Jayapura, Papua, Aralfa Gevariel Mahesa (4), Resky Saputra Palallo, dan Salmawati. Sementara korban selamat yakni, Herydualembang (32) warga Kota Jayapura, Papua. (*)
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
