Hikmah : Selasa, 03 Januari 2023 13:31

BUKAMATA - Pemerintah dan PT Pertamina besepakat untuk menekan harga bahan bakar non subsidi, Pertamax dkk. Hal tersebut disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Erick pun mengumumkan harga baru bahan bakar minyak non subsidi dari PT Pertamina. Harga BBM non subsidi Pertamina berlaku mulai pukul 14.00 WIB Selasa (3/1/2023) siang ini.

Erikck mengatakan keputusan tersebut sesuai arahan Presiden Jokowi dan hasil rapat antara dirinya dan dua menteri lainnya yaitu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

"Alhamdulillah. Per hari ini Pertamina melakukan penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi. Berlaku mulai jam 14.00 WIB nanti," kata Erick Thohir melalui akun Instagramnya.

Harga Pertamax (RON 92) berubah dari sebelumnya Rp13.900 menjadi Rp12.800 per-liter atau turun Rp 1.100.

Kemudian, harga Pertamax Turbo (RON 98) juga berubah dari Rp 15.200 per liter, turun menjadi Rp 14.050 per-liter, atau turun Rp1.150.

Sementara harga BBM jenis Dexlite (CN 51) turun menjadi Rp16.150 per-liter dari sebelumnya Rp 18.300 per-liter.

Sedangkan harga BBM jenis Pertamina Dex (CN 53) turun menjadi Rp 16.750 per-liter dari sebelumnya Rp 18.800 per-liter.

Erick menegaskan penetapan harga BBM non-subsidi Pertamina memang mengikuti harga pasar di dunia.

"Sementara, kami berkomitmen tetap memberikan subsidi bagi masyarakat untuk jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite (harga tetap di Rp 10.000/liter, dari harga keekonomian Rp 11.050/liter) dan jenis BBM tertentu (JBT) Solar subsidi (harga tetap di Rp 6.800/liter, dari harga keekonomian Rp 13.300/liter)," klaim Erick.

BERITA TERKAIT