Hikmah
Hikmah

Senin, 02 Januari 2023 09:20

Demo Anti Pemerintah Berkahir Bentrok, 20 Warga Sipil di Somaliland Tewas

Demo Anti Pemerintah Berkahir Bentrok, 20 Warga Sipil di Somaliland Tewas

Mohamed Farah, seorang dokter di Rumah Sakit Laascaanood, sebuah fasilitas umum di Laascaanood, mengatakan kepada Reuters bahwa sedikitnya 20 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

BUKAMATA - Kabar menyedihkan datang dari dunia internasional pada awal tahun 2023 ini. Peristiwa bentrokan di Somaliland salah satu negara semi-otonom Somalia dikabarkan menelan korban jiwa sebanyak 20 orang.

Korban tersebut jatuh dalam sebuah bentrokan antara pengunjuk rasa anti-pemerintah dan pasukan keamanan selama beberapa hari terakhir. Hal tersebut diungkapkan seorang di salah satu rumah sakit wilayah yang memisahkan diri dari Somalia.

Dikutip dari CNBC Indoneia, Polisi dan Militer negara setempat telah memerangi pengunjuk rasa di Laascaanood selama sepekan terakhir. Laascaanood merupakan sebuah kota di timur Somaliland yang dipersengketakan antara Somaliland dan Puntland, salah satu tetangganya yang merupakan daerah semi-otonom Somalia.

Mohamed Farah, seorang dokter di Rumah Sakit Laascaanood, sebuah fasilitas umum di Laascaanood, mengatakan kepada Reuters bahwa sedikitnya 20 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Dia mengatakan telah melihat mayat-mayat korban dibawa ke fasilitas tersebut.

Para pengunjuk rasa menuntut Somaliland menyerahkan kendali kota ke Puntland dan juga menuduh pasukan keamanan gagal mengakhiri ketidakamanan di kota itu.

"Somaliland dengan paksa menduduki Laascaanood dan gagal mengamankannya. Kami menuntut mereka pergi," kata Adaan Jaamac Oogle, juru bicara pengunjuk rasa kepada Reuters, dilansir Senin (2/1/2023).

"Kami tidak bisa menolerir pertumpahan darah warga sipil yang terus berlanjut."

Wakil Presiden Puntland, Ahmed Elmi Osman Karash, menuduh pasukan keamanan melakukan kekerasan.

"Apa yang dilakukan tentara Somaliland adalah pembantaian warga sipil," katanya kepada Reuters.

Menteri Informasi Somaliland, Salebaan Ali Koore, mengimbau para pengunjuk rasa dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu untuk menghentikan demonstrasi mereka dan memulai negosiasi dengan pemerintah.

Sementara itu, Mahad Ambaashe Elmi, seorang komandan senior tentara Somaliland memilih bungkam dan tidak berkomentar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#aksi demo #Bentrok