MAKASSAR, BUKAMATA - Dua Partai Politik (Parpol) dihadirkan dalam talkshow yang digelar Bukamatanews dalam programnya Mata Politik, di Mbukk Coffeeshop, di Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, pada Senin, 26 Desember 2022.
Talkshow yang bertajuk 'Ragam Makna Nomor Parpol, antara Tuah, Branding, hingga Elektabilitas' itu, menghadirkan Sekretaris PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni dan Zulham Arief selaku Jubir DPD I Partai Golkar Sulsel, serta Pengamat Politik Unismuh Luhur Priyanto.
Dalam talkshow ini, baik PDI Perjuangan maupun Partai Golkar, mengaku sedari awal parpol sudah "Ngegas" untuk menatap Pemilu 2024" href="https://bukamatanews.id/tag/pemilu-2024">Pemilu 2024.
Zulham menyebut, setelah Taufan Pawe (TP) resmi menahkodai DPD I Partai Golkar Sulsel pada Agustus 2020 lalu, partai ini langsung memperkuat barisan di Sulsel.
"Setelah Pak Taufan Pawe terpilih menjadi Ketua DPD I Partai Golkar, kita langsung gas. Kita langsung konsolidasi," kata Zulham Arief.
Bukan hanya Golkar, PDI Perjuangan lebih dahulu "ngegas" soal memperkuat barisan. Di Talkshow Mata Politik, Rudy Pieter membeberkan bahwa partai berlambang banteng hitam bermoncong putih itu, semakin mematangkan persiapan menuju kontestasi 2024 setelah Kongres V Bali dihelat 2019 lalu.
"Sejak kongres kami langsung gas. Yang paling penting parpol itu bukan soal organisasi. Tetapi soal kerja, makanya kami perkuat ideologi dulu. Kemudian perkuat SDM dan perkuat programnya," ujar Rudy.
Sementara itu, Pengamat Politik Luhur Priyanto menyebut bahwa kedua partai ini merupakan partai pemenang pada pemilu-pemilu sebelumnya.
Ia menyebut, keduanya pun harus menjaga ritme itu, serta harus beradaptasi dengan kondisi kekinian. Menurutnya, ada dua startegi yang harus dilakukan parpol, yakni serangan darat dan serangan udara.
Luhur menjabarkan, serangan udara berupa sosialisasi di dunia digital dan serangan darat berupa pendekatan psikologis yang menyentuh langsung calon pemilih.
"Kedua partai ini partai pemenang. Golkar dan PDIP tetap harus membaca dan membuka ruang. Memang semua orang saat ini berbicara soal dunia maya. Namun serangan politik darat itu harus ada, Terutama psikologis itu harus menyentuh langsung," ujar dia. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Lukman B Kady Sosialisasi Pengawasan APBD di Desa Bontoa, Jalan Tani Jadi Prioritas
-
Anis Matta Tolak Perluasan Ambang Batas Parlemen untuk DPRD
-
Menguji Mental Juara Der Panzer: Mengapa Jerman Tetap Mengerikan di Piala Dunia 2026
-
Reuni 40 Tahun SMADA 86 Meriah, Nostalgia di Kapal Phinisi hingga CFD Sudirman
-
Terpilih Aklamasi, Haris Yasin Limpo Pimpin Kosgoro Sulsel untuk Periode Kedua