Hikmah : Rabu, 21 Desember 2022 20:02
Dok (IDX Channel)

BUKAMATA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tampil cemerlang dengan melesat hingga lebih dari 5 persen selama 3 kuartal berturut-turut.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menyebut perlambatan ekonomi global,ekonomi RI bisa tampil prima karena sejumlah alasannya. Termasuk disebabkan oleh sejumlah kebijakan pemerintah untuk tetap menjaga kondusifitas iklim usaha.

Dengan begitu, terjadi optimisme dalam dunia usaha untuk terus berjalan. Pemerintah membangun iklim usaha tersebut dengan terus menjaga daya beli masyarakat agar aktivitas perekonomian tetap berjalan dengan lancar.

"Itu pekerjaan yang besar terutama melibatkan semua stakeholders. Kita menjaga kalau dari sisi pemerintahnya koordinasi yang kuat sehingga memberikan iklim yang kondusif bagi sektor usaha untuk terus bisa jalan dan menjaga optimisme di tengah ketidakpastian bahkan ada perang," jelasnya dikutip dari CNBC Indonesia. 

Dia menjelaskan untuk tahun 2022 ini, pemulihan ekonomi Indonesia cenderung berjalan efektif dan signifikan. Padahal mayoritas negara G20 dan ASEAN justru melambat secara signifikan bahkan menghadapi resesi.

"Amerika Serikat (AS) resesi di first half, jadi itu luar biasa bagaimana kita menjaga perekonomiannya tetap konsisten melanjutkan pemulihan," terangnya dalam Stakeholders Gathering 2022 di Kementerian Keuangan, Rabu (21/12/2022).

Dia menegaskan upaya menjaga daya beli itu terus dilakukan di semester I-2022. Ini dilakukan agar ekonomi Indonesia terhindar dari resiko global, yakni harga pangan dan energi yang sangat tinggi.

Menurut Febrio, pertumbuhan ekonomi yang baik ini juga didukung oleh keberhasilan pemerintah memitigasi kenaikan inflasi di atas 6-7% pasca kenaikan harga BBM September 2022 lalu. Mitigasi tersebut dilakukan melalui koordinasi antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang salah satunya dilakukan melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Kita pastikan inflasinya, kalaupun harus naik 6-7% kita mitigasi. Ternyata lebih dari yang kita perkirakan, pemda dan pusat bahu-membahu menjaga inflasi di bawah 6% bahkan terakhir 5,4%. Sampai akhir tahun mudah-mudahan terus di bawah 6% dan terus turun," harapnya.

 

"