BUKAMATA - Chevron Indonesia Company (CICO) telah memutuskan untuk keluar dari proyek gas laut dalam Indonesia Deep Water Development (IDD) di Kalimantan Timur, tahun ini.
Blok IDD terdiri dari dua proyek hub gas yang akan dikembangkan yakni Gendalo dan Gehem hub. Proyek dengan nilai investasi mencapai USD 6,98 miliar ini direncanakan akan beroperasi pada kuartal IV tahun 2025.
Kendati ditinggal Chevron, proyek IDD dipastikan akan tetap berjalan pada 2023 mendatang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan bahwa sudah ada kandidat kuat pengganti Chevron dalam proyek IDD.
Kandidat kuat yang di maksud adalah , perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Italia, ENI.
Pihaknya pun mengklaim sudah mengadakan pertemuan bersama perusahaan asal Italia tersebut guna membahas proyek IDD. Meski begitu, Arifin tidak dapat membeberkan besaran nilai akuisisi ENI untuk mencaplok proyek yang berada di lepas pantai Kalimantan Timur ini.
"Insya Allah positif deh ya. (Nilai akuisisi) Itu rahasianya dia dong. Kan bisnis," kata Arifin saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (16/12/2022) dikutip dari CNBC Indonesia.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto sempat mengungkapkan agar pengganti Chevron di proyek IDD dapat segera terealisasi pada akhir tahun ini. Dengan demikian, proyek gas kebanggaan Jokowi tersebut dapat segera berjalan dan mulai berproduksi.
Seperti diketahui, proyek gas IDD merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang hulu migas.
"Sekarang sudah ada calon penggantinya, saat ini sedang proses untuk perubahan tersebut, dijanjikan akhir tahun ini akan ada perubahan operatorship dan bisa saja jalan tahun depan," kata Dwi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (16/11/2022).