Laga Panas di BJ Habibie Pare-pare: Persib Menang, Suporter PSM Meradang
17 Mei 2026 23:52
Penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Selayar memerlukan intervensi lintas sektor secara terintegrasi.
SELAYAR, BUKAMATA - Prevalensi stunting di Kabupaten Kepulauan Selayar mengalami penurunan setiap tahunnya. Berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2018, prevalensi stunting di daerah ini sebesar 46,3 persen.

Angka tersebut mengalami penurunan pada tahun 2019. Data survei status gizi Indonesia tahun 2019, prevalensi stunting sebesar 32,7 persen. Kemudian turun lagi di tahun 2021 menjadi 27,7 persen. Terbaru, berdasarkan data aplikasi E-PPGBM periode Agustus 2022, prevalensi stunting sebesar 16,67 persen.
"Penurunan prevalensi stunting ini patut kita apresiasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar, dr Husaini MKes, saat membuka kegiatan Pengukuran dan Publikasi Stunting Sebagai Aksi Konverensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi (Aksi 7), di Baruga Bonerate Kepulauan Selayar, Senin, 12 Desember 2022.
Ia mengungkapkan, penurunan prevalensi stunting sangat signifikan. Pada tahun 2019, Selayar berada pada tiga kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel.
"Dan pada saat ini kita berhasil naik pada peringkat 12 kabupaten dengan prevalensi stunting terendah di Sulawesi Selatan," ungkapnya.
Hal tersebut, kata dr Husaini, akan menjadi penyemangat bagi semua untuk bersinergi, bahu-membahu sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing, melakukan intervensi pencegahan dan penurunan prevalensi stunting.
"Penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Selayar memerlukan intervensi lintas sektor secara terintegrasi," ujarnya.
Dr Husaini mengungkapkan, peran berbagai stakeholder pada penurunan stunting yaitu mulai dari menganalisa situasi, menetapkan akar masalah, menentukan faktor penyebab dan faktor resiko, menyusun perencanaan, membagi peran dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai aksi konvergensi, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara bersama dan berkesinambungan.
Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh 10 Kepala OPD terkait, 14 Kelas Puskesmas, 14 orang tenaga pelaksana gizi, para camat, lurah, dan kades yang menjadi lokus, serta organisasi pendukung lainnya.
Selain Kadis Kesehatan, hadir juga sebagai pemateri adalah Fasilitator Tim Iney Region V Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. (*)
17 Mei 2026 23:52
17 Mei 2026 21:51