MAKASSAR,BUKAMATA - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) memastikan Aipda Aksan, seorang polisi yang mengungkap adanya dugaan korupsi di Polres Palopo tidak mengidap gangguan kejiwaan.
Hanya saja, Aipda Aksan merasa kecewa telah dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tana Toraja. Usai dimutasi, Aksan pun membuat video yang menyebut ada dugaan korupsi dan mafia di Polres Palopo.
"Gangguan kejiwaan tidak ada. Merasa sakit hati, kecewa, itu yang mungkin kita bisa lihat," kata Komang, Sabtu (3/12/2022)
Sekadar diketahui, Aipda Aksan membongkar kasus dugaan korupsi di tempat dinasnya dulu, Polres Palopo hingga membuatnya dimutasi ke Polres Tana Toraja.
"Yang terhormat Bapak Kapolri seperti yang saya alami, saya dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tana Toraja karena saya membongkar perbuatan Kapolres Palopo saat itu, AKBP Alfian Nurnas yaitu korupsi kendaraan dinas Polres Palopo, BBM dan lain sebagainya," kata Aksan dalam videonya.
Tidak hanya dugaan korupsi, Aksan juga mengungkap adanya mafia di tubuh Polri saat melakukan perekrutan polisi.
"Izin Jendral, saya Aksan, anggota Satbinmas Polres Tana Toraja. Menyampaikan kepada bapak, bahwa tolong institusi Polri dibersihkan dari mafia-mafia yang masih bersarang di tubuh Polri. Polri semakin tidak karuan karena dari awal memang rekrutmennya tidak bagus," ungkapnya.
"Pertama, masuk polisi harus bayar, kedua, mau pindah harus bayar, yang ke tiga mau jadi perwira juga harus bayar. Jadi bagaimana ke depannya Polri kalau harus bayar. Kemudian, rata-rata pimpinan yang ada di bawah bukan mengajari kami ke jalan yang bagus malah mengajarkan kami ke jalan yang tidak benar. Contohnya, mereka memangkas DIPA dan uang BBM, uang makan dan lain sebagainya," pungkasnya.