Bola Al Rihla, Persembahan dari Indonesia untuk Piala Dunia Qatar 2022
Namun, ternyata Indonesia punya peran penting dalam mendukung terlaksananya FIFA World Cup tahun ini.
BUKAMATA - Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia memang tidak ada dalam deretan peserta Piala Dunia 2022 Qatar. Namun, ternyata Indonesia punya peran penting dalam mendukung terlaksananya FIFA World Cup tahun ini.

Betapa tidak pertandingan empat tahunan yang secara resmi dimulai pada 20 November 2022 ini, menggunakan bola sepak yang diproduksi di dalam negeri.
Bola resmi Piala Dunia 2022 yang diberi nama 'Al Rihla' itu diproduksi PT Global Way Indonesia (GWI) di Kabupaten Madiun.
Dikutip dari laman instagram Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI ," Al Rihla", sebutan untuk bola resmi Piala Dunia 2022 di Qatar yang diproduksi di Madiun, Jawa Timur. Adidas memercayakan Indonesia's Global Way untuk memproduksi bola tersebut.
Perusahaan ini telah mengekspor 50.000 buah bola Al Rihla ke Uni Emirat Arab, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan Brasil. Melalui ekspor bola tersebut, masyarakat Jawa Timur telah menjadi bagian dari resonansi ekonomi dunia.
"Widih Keren banget. Kegiatan ekspor dapat menarik kebangkitan ekonomi, " tulis Kemenparekraf RI di laman instagram resminya, Selasa (22/11/2022).
Al Rihla memiliki desain panel yang terinspirasi dari Dhow Boat tradisional dan memiliki pola solid berwarna biru, merah dan kuning, yang mewakili lanskap di Doha, Qatar. Selain itu, Al Rihla adalah bola Piala Dunia pertama yang dibuat secara eksklusif dengan tinta dan lem berbahan dasar air.
Sejak awal, PT GWI merupakan perusahaan yang hanya memproduksi barang ekspor perlengkapan olahraga, termasuk bola. Namun sayangnya mereka tidak memproduksi untuk kebutuhan di dalam negeri.
Dikutip dari detikcom, sejak 25 tahun lalu, PT GWI telah bekerja sama dengan Adidas. Mereka turut membantu kebutuhan Adidas di Piala Dunia. PT GWI telah empat kali dipercaya untuk memproduksi perlengkapan Piala Dunia.
"Memang kami ada dua lokasi produksi, yaitu di China dan di Indonesia. Paling banyak produksi di Indonesia, sekitar 70%. Total sudah empat kali produksi bola untuk FIFA World Cup," jelas General Manager Long Way Group Jeftha Wardojo.
Jeftha melanjutkan, butuh proses panjang sampai akhirnya PT GWI dipercaya memproduksi bola Piala Dunia. Mereka harus menyesuaikan produksi sesuai standar tinggi yang diminta FIFA.
Melansir dari FIFA.com, bola Al Rihla yang berarti perjalanan ini menggunakan teknologi canggih, sebuah teknologi baru bernama Semi-Automated Offside Technology (SAOT) yang terkoneksi dengan bola Al Rihla, sehingga menjadi bagian penting yang membantu wasit saat laga berlangsung.
SAOT akan digunakan untuk pertama kalinya dengan VAR di Piala Dunia 2022 ini. Adapun Al Rihla, dengan sensor gerak Inertial Measurement Unit (IMU) yang ada di alamnya, akan memainkan peran penting untuk menentukan offside terjadi atau tidak.
Untuk menentukan offside, bola ini akan mengirimkan data ke ruang operasional video untuk menentukan di mana titik bola secara presisi. Bola dan sensornya itu, dibantu dengan ditambah dua belas kamera pemantau di stadion.
Memadukan data pelacakan anggota badan pemain dan bola melalui kecerdasan buatan, teknologi baru ini secara otomatis memberi tahu jika pemain menerima bola di posisi ilegal. Tim wasit kemudian secara manual memeriksa untuk menguatkan keakuratannya sebelum melaporkannya ke wasit utama dan mengambil keputusan.
"Kami memulai teknologinya setelah Piala Dunia di Rusia, mengujinya di stadion, di turnamen FIFA. Kami senang dengan hasilnya," cetus FIFA Director Football Technology & Innovation Johannes Holzmuller.
FIFA mengklaim proses ini bisa terjadi dalam hitungan detik, yang membuat keputusan offside bisa muncul dengan lebih cepat dan akurat. Data yang direkam dari kamera, termasuk posisi bola, juga dipakai untuk menciptakan animasi yang kemudian bisa ditayangkan dalam siaran ulang di stadion ataupun tayangan di televisi.
News Feed
Berita Populer
14 Mei 2026 10:59
14 Mei 2026 12:47
14 Mei 2026 12:54
14 Mei 2026 14:09
