MAKASSAR, BUKAMATA - Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Arfandy Idris, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar agar menunda Pilkades sampai situasi kamtibmas kondusif. Apalagi, sejumlah laporan tak sedikit cakades merasa terzalimi.
"Penting sekali pemerintah merespon dengan melakukan penundaan terhadap Pilkades yang dianggap bermasalah ini, sampai ada titik terang baru bisa dibuka (dilaksanakan pilkades)," kata Arfandy, merespon kisruh Pilkades Serentak di Takalar, yang terjadi beberapa hari terakhir ini, Rabu, 16 November 2022.
Arfandy juga meminta agar tahapan di Pilkades yang dilaksanakan serentak ini bisa transparan dan tidak ditutupi. "Kemudian menang sesuai dengan fakta, kalau ini dilakukan pastinya masyarakat tidak akan kecewa," imbuhnya.
Sebelumnya, puluhan warga Takalar mengadu ke DPRD Sulsel setelah aspirasi mereka tidak diterima di DPRD Takalar. Mereka menolak hasil seleksi administrasi pemilihan calon kepala desa.
Salah satu bakal calon kepala desa, Abdul Halim, menuding, kecurangan administrasi di Kabupaten Takalar sangat luar biasa.
"Kami sangat sesalkan ada lulusan S2 ada pensiunan polisi sampai ada dua periode dikalahkan oleh paket C. Ada juga calon kades petahana sudah mengabdi selama enam tahun, namun dikalahkan oleh pendatang baru, yang tidak pernah mengabdi," kesalnya.
Mereka meminta kepada DPRD Sulsel agar bisa menjadi penyambung lidah ke Pemerintah Kabupaten Takalar untuk membatalkan tahapan pemilihan kepala desa. "Kami meminta agar membatalkan seluruh proses 19 desa yang bermasalah," pungkasnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Dikunjungi Mei 2025 Lalu, Gubernur Andi Sudirman Kini Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Takalar
-
Groundbreaking Paket V, Andi Izman Padjalangi Dukung Kebijakan Gubernur Andi Sudirman Tingkatkan Konektivitas Antar Wilayah
-
Firdaus Daeng Manye Buka Kemah Bakti Pramuka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Takalar Tahun 2025
-
RDP Polemik Sewa Lahan PT IHIP di DPRD Sulsel, Pemkab Luwu Timur Siapkan Biaya Kerohiman Bagi 104 KK di Desa Harapan
-
Berhasil Turunkan Stunting Hingga 11,4 Persen, Pemkab Takalar Terima Penghargaan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga