Hikmah
Hikmah

Jumat, 11 November 2022 08:54

Media Rusia Sebut Putin Beresiko Dibunuh Jika Datang Ke KTT G20 Bali

Media Rusia Sebut Putin Beresiko Dibunuh Jika Datang Ke KTT G20 Bali

"Risiko [Putin] menjadi target pembunuhan meningkat secara signifikan. Namun, walaupun kabar ini tidak menghentikan Presiden Rusia dan tak berpengaruh terhadap keputusan soal partisipasi dalam KTT, ada alasan lain yang lebih nyata," demikian menurut General SVR, Kamis (10/11/2022)

BUKAMATA - Media di Rusia General SVR menyebut risiko pembunuhan terhadap Presiden Vladimir Putin meningkat jika hadir secara langsung di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November mendatang. Media tersebut elaporkan masalah utama bagi Putin untuk berpartisipasi dalam forum itu adalah soal keamanan.

"Risiko [Putin] menjadi target pembunuhan meningkat secara signifikan. Namun, walaupun kabar ini tidak menghentikan Presiden Rusia dan tak berpengaruh terhadap keputusan soal partisipasi dalam KTT, ada alasan lain yang lebih nyata," demikian menurut General SVR, Kamis (10/11/2022).

General SVR kemudian mengungkap bahwa beberapa pekan lalu, Putin disebut menerima laporan yang berisi keinginan sejumlah pemimpin negara, yang berpartisipasi di acara G20, menampar wajah orang nomor satu di Rusia itu dalam pertemuan pribadi.

Menurut General SVR, sikap itu menunjukkan pemimpin itu seorang penjahat perang dan bajingan. Dia, katanya, menyampaikan rencana itu kepada sekutu dekat dan siap langsung menemui Putin.

Menurut beberapa sumber, informasi yang diberikan kepada Putin jelas sesuai dengan kenyataan, niat, dan rencana dia. Kendati demikian General SVR tak mengungkap sosok yang berencana memukul Putin itu.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menuturkan ingin 'melabrak' Putin di G20 gegara invasi negaranya ke Ukraina. Dalam pernyataan resmi pemerintah Inggris, Sunak mengatakan akan "mengonfrontasi" Putin atau delegasi Rusia yang hadir di forum ekonomi tersebut.

"Tentunya, Perdana Menteri berpandangan bahwa sudah semestinya secara kolektif dengan sekutu kami, kami melawan pejabat Rusia atau perwakilan Rusia yang hadir di G20," kata juru bicara Sunak pekan lalu, seperti dikutip The Telegraph.

Di tengah situasi panas ini, Kedutaan Besar Rusia di Jakarta mengonfirmasi Putin absen dalam pertemuan yang akan berlangsung pekan depan. Delegasi Rusia nantinya akan dipimpin salah satu menteri Moskow.

"Saya bisa mengonfirmasi bahwa Ketua Delegasi Rusia yang bakal hadir di pertemuan G20 adalah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov," kata Juru Bicara Kedubes Rusia di Jakarta Alexander Tumayakin.

Sementara itu, Kepala Protokol Kedubes Rusia Yulia Tomskaya menyatakan Putin kemungkinan hadir secara daring.

"Agenda Presiden Putin masih dibicarakan, dia mungkin berpartisipasi secara virtual," ujar Tomskaya, seperti dikutip AFP.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Presiden Rusia Vladimir Putin #KTT G20