Terkait Kasus Robot Trading Net89, PPATK Bekukan 150 Rekening Mencurigakan dengan Nilai Transaksi di Atas Rp1T
Adapun, salah satu rekening yang dibekukan milik crazy rich asal Surabaya, Reza Paten. Reza Paten dikabarkan merupakan pemilik atau founder robot trading Net89. Namun, hal itu dibantah oleh Reza Paten.
BUKAMATA -Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah membekukan 150 rekening di lebih dari 25 bank, terkait kasus dugaan penipuan sekaligus penggelapan dana dengan modus robot trading Net89.

"Kami bekukan 150-an rekening di lebih dari 25 bank," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dikutip dari MNC Portal Indonesia, Sabtu (5/11/2022).
Adapun, salah satu rekening yang dibekukan milik crazy rich asal Surabaya, Reza Paten. Reza Paten dikabarkan merupakan pemilik atau founder robot trading Net89. Namun, hal itu dibantah oleh Reza Paten.
PPATK masih mendalami dugaan adanya transaksi mencurigakan terkait robot trading Net89 lewat ratusan rekening tersebut. Sebab, PPATK menemukan adanya perputaran uang mencapai triliunan rupiah lewat rekening tersebut.

"Perputarannya di beberapa rekening para pihak nilainya mencapai lebih dari 1 trilliun," ungkapnya.
Hingga kini, PPATK mengantongi banyak temuan terkait transaksi janggal yang berkaitan dengan dugaan penipuan sekaligus penggelapan dana bermodus robot trading Net89 tersebut. Saat ini, PPATK sedang menganalisis lebih lanjut transaksi janggal tersebut.
Diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan Reza Paten sebagai tersangka sejak 5 Oktober 2022, lalu. Ia ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penipuan sekaligus penggelapan dana.
News Feed
Kapolres Dicopot, Santriwati Masih Trauma: Ponpes Sukoharjo Desak CCTV Dibuka
03 November 2026 21:51
Penyegaran Besar di Tubuh Polri, 224 Perwira Masuk Promosi dan Mutasi Setara
03 November 2026 20:29
KPK dan Pemkot Makassar Perkuat Sinergi, Kawal Anggaran hingga Pelayanan Publik
03 November 2026 19:19
Ketua TP PKK Sulsel Hadiri Launching Aksi Stop Stunting 2026, Sasar 3.060 Desa/Kelurahan
03 November 2026 19:12
Berita Populer
03 November 2026 12:46
03 November 2026 05:03
03 November 2026 10:17
03 November 2026 10:28
03 November 2026 10:45
