BUKAMATA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kondisi terkini terkait kasus gagal ginjal akut dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (2/11/2022).
"Data kemarin yang kita monitor ada 325 kasus gagal ginjal akut di seluruh Indonesia," ujarnya.
Menurut dia, ada konsentrasi di beberapa provinsi tertentu khususnya di daerah Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Untuk sebaran, DKI Jakarta menjadi yang paling tinggi.
"Meninggalnya 178 dari 325 sekitar 54%. Ini sudah menurun dari kondisi sebelumnya yang sempat mencapai 60%," kata BGS.
Berdasarkan data kemenkes terbanyak (meninggal) itu di kelompok umur 1-5 tahun sebanyak 106 anak.
Sejauh ini kebijakan antisipatif terus dilakukan Kementerian Kesehatan dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat gagal ginjal akut progresif atipikal di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mendatangkan ratusan vial obat Antidotum (penawar) Fomepizole injeksi yang didatangkan dari Singapura, Australia, Kanada, dan Jepang.
"Sebanyak 146 vial sudah disebarkan ke 17 rumah sakit di 11 provinsi, sementara 100 vial disimpans ebagai stok di instalasi farmasi pusat," jelas dr Syahril.
Gejala yang mengarah ke gagal ginjal akut seperti diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk serta jumlah air seni/air kecil semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali
BERITA TERKAIT
-
Percepat Akses Layanan JKN, Pemerintah Akan Hapus Sistem Rujukan Berjenjang
-
Kemenkes Laporkan Varian Covid Baru, Waspada Gejala Serak dan Demam
-
Kemenkes Berencana Terapkan Rapor Kesehatan Siswa
-
Kasus Kematian Akibat DBD di RI Naik jadi 375 Orang
-
Covid-19 Menyebar di Asia, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada