Delapan ASN Luwu Timur Resmi Ditetapkan Jadi Komcad
13 Mei 2026 20:11
"Ada barang yang bahannya emas, perhiasan kuno mata kucing berbentuk kalung buatan Mesir dan negara Indopasifik. Ada juga yang menemukan perhiasan kuno lainnya. Kalau dilihat dari ukiran dan bentuknya, emas itu buatan zaman Kedatuan Sriwijaya abad ke-9 hingga ke-14," kata Retno
BUKAMATA - Salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merupakan kawasan perdagangan atau pelabuhan besar Kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang.

Tidak heran, wilayah ini sejak dahulu diyakini sebagai salah satu lokasi harta karun dari zaman kerjaan Sriwijaya. Seorang Kolektor Benda Peninggalan Sriwijaya Okky Okta Wijaya mengungkapkan Perburuan harta karun telah dilakukan masyarakat OKi sejak 2005 lalu.
Okky menjelaskan, peninggalan Sriwijaya pertama kali ditemukan di lokasi tersebut oleh seorang warga berupa perhiasan cincin emas pada 2005. Warga tersebut mencangkul tanah di halaman rumahnya dan menemukan cincin emas tersebut.
Namun, perburuan harta karun masyarakat Cengal kian intens pasca kebakaran hutan hebat yang terjadi 2015 lalu. Lahan bekas terbakar mempermudah akses jalan yang sebelumnya tertutup menjadi terbuka. Sehingga kini masih ada warga yang bahkan membuka tenda di sekitar lokasi untuk berburu benda peninggalan dan serbuk emas.
"Mencari serbuk emas itu sudah jadi mata pencaharian penduduk setempat. Kalau saya hanya membeli barang peninggalan Sriwijaya yang ditemukan warga. Yang serbuk emas, emas alamnya tidak, itu ada orang lain yang belinya," ujar Okky seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (30/10/2022).
Menurut pengakuan salah satu Warga Ogan Komering Ilir (OKI), ia menemukan emas senilai puluhan juta rupiah.
"Istri dan anak saya dapat emas sekitar 4-5 gram, kalau harga normal itu hanya Rp 3 jutaan. Tapi karena motif dan batu merah, dihargai Rp 35 juta," kata Denni, seorang warga sekitar.
Baca: 'Harta Karun' Ini Melimpah di RI, Bisa Bikin Kaya Raya
"Tidak saya jual, nanti kalau dapat lagi emas polos tidak bermotif baru dijual. Kalau warga lain pasti dijual, ada juga yang dapat emas dihargai Rp 60 juta," katanya.
Tim Cagar Budaya Kabupaten OKI dikabarkan sudah datang ke lokasi. Tim meminta warga untuk dapat mendaftarkan setiap temuan mereka di lokasi, terutama jika punya nilai sejarah.
"2018 lalu lokasi itu didatangi sama tim cagar budaya OKI. Tim minta ke pencari emas untuk mendaftarkan ke desa atau pihak kebudayaan," jelas Denni.
Benda-benda purbakala ditemukan menyembul di lahan gambut yang terbakar, lokasinya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kawasan Pesisir Timur Sumatera. Lokasi persisnya di Kecamatan Cengal, Tulung Selapan, dan Air Sugihan.
Arkeolog Badan Arkeologi Sumatera Selatan Retno Purwanti mengatakan di lokasi lahan gambut yang terbakar menyebabkan banyak peninggalan masa lalu muncul ke permukaan. Beberapa benda peninggalan tersebut berupa perhiasan dan logam mulia.
"Ada barang yang bahannya emas, perhiasan kuno mata kucing berbentuk kalung buatan Mesir dan negara Indopasifik. Ada juga yang menemukan perhiasan kuno lainnya. Kalau dilihat dari ukiran dan bentuknya, emas itu buatan zaman Kedatuan Sriwijaya abad ke-9 hingga ke-14," kata Retno.
Retno mengungkapkan di kawasan tersebut pun ditemukan artefak yang berasal dari kapal, seperti kemudi, papan, serta dayung. Dugaan besar kawasan pesisir timur Sumatera dulu merupakan kawasan perdagangan atau pelabuhan besar Kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang.
13 Mei 2026 20:11
13 Mei 2026 20:04