Delapan ASN Luwu Timur Resmi Ditetapkan Jadi Komcad
13 Mei 2026 20:11
No Bra Day sendiri dirayakan setiap tanggal 13 Oktober hampir di seluruh dunia. Berikut sejarah gerakan sadar kanker payudara tersebut.
BUKAMATA - Mendengar kata No Bra Day bisa jadi membuat beberapa orang mengasosiakan gerakan ini sebagai bentu aksi pornografi yang mengajak perempuan untuk mempertontonkan salah satu bagian vitalnya. Padahal jika ditelusuri, No Bra Day memiliki sejarah dan makna yang sangat jauh dari aksi pornografi.

No Bra Day bukan berarti perempuan bebas mempertontonkan payudaranya namun, No Bra Day merupakan kampanye yang digelar agar perempuan mau memeriksa keadaan payudaranya. Hal itu dianggap mampu mengurangi resiko fatal akibat kanker payudara yang terlambat ditangani.
No Bra Day sendiri dirayakan setiap tanggal 13 Oktober hampir di seluruh dunia. Berikut sejarah gerakan sadar kanker payudara tersebut.
Pada tahun 2010 di Toronto, Kanada, No Bra Day awalnya diberi nama Bra Day oleh Dr. Mitchell Brown. Mengutip situs National Today, hari spesial ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran bagi wanita agar rutin memeriksakan kesehatan payudaranya.
Berangkat dari situ, seseorang yang menggunakan nama samaran Anastasia Donuts akhirnya mencetuskan No Bra Day pada tahun 2011. Anastasia memfokuskan tujuan perayaan ini pada kesadaran tentang bahaya kanker payudara.
Pada tahun 2014, No Bra Day yang semula dirayakan pada tanggal 9 Juli dan 19 Oktober, akhirnya dirayakan serentak pada 13 Oktober. Ini bertepatan dengan bulan peduli kanker payudara nasional (National Breast Cancer Awareness). Jadi masih berfikir kalau No Bra Day adalah aksi porno?
Kendati memakai bra tidak ada hubungannya dengan kanker payudara, namun faktanya memberikan kesempatan kepada payudara untuk 'bernafas bebas' memiliki manfaat sendiri. Diantaranya,
1. Melancarkan Sirkulasi Darah
Tekanan bra yang terlalu ketat itu bisa menghambat aliran darah. Alhasil, beberapa wanita merasakan sakit di dada mereka. Tidak memakai bra memungkinkan darah mengalir lebih lancar di sekitar dada sehingga membantu wanita membangun jaringan otot serta menjaga kulit tetap kencang. Namun tenang saja, karena meski beberapa wanita memilih untuk tetap memakai bra, itu bukan masalah serius.
2.Melegakan Pernafasan
Selain menghambat aliran darah, bra yang terlalu kencang dan ketat juga bisa membuat napas menjadi kurang nyaman. Untuk itu, bagi para wanita yang mungkin belum mencobanya, sesekali coba lakukan hal ini: setelah seharian beraktivitas, cobalah untuk melepas bra, itu akan membuat kamu bisa bernapas lebih nyaman dan lega.
3.Tidur Lebih Nyenyak
Disadari atau tidak, tidur tanpa bra adalah sesuatu yang semua wanita lakukan dan alasannya cukup jelas: ini membantu wanita tidur lebih nyenyak tanpa ada tekanan pada kulit. Bahkan, ada sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International yang menyebutkan bahwa mengenakan pakaian ketat seperti bra atau celana dalam saat tidur bisa membawa ketidaknyamanan saat tidur.
4.Mengurangi Resiko Infeksi Jamur
Bra yang notabenenya terbuat dari kain bisa menyimpan berbagai jamur di dalamnya. Apalagi ketika musim panas yang menyebabkan kelembaban tinggi. Saat wanita berkeringat, payudara dan kain branya mengalami banyak gesekan yang dapat menyebabkan gatal dan kemerahan. Plus, akumulasi keringat juga menambah kemungkinan besar seorang wanita bisa terkena infeksi jamur.
5. Bentuk Puting Lebih Baik
Dilansir dari laman Health Shots Dr. Gandhali Deorukhkar Pillai yang merupakan konsultan, departemen kebidanan dan ginekologi, dari Rumah Sakit Wockhardt menjelaskan manfaat yang satu ini.
“Ini terjadi ketika wanita memakai bra empuk. Kulit puting itu sangat sensitif dan memakai bra yang empuk akan membuat puting menjadi kering, sehingga membuat mereka sangat gatal. Akan tetapi ketika wanita berhenti memakai bra, mereka dapat menyingkirkan situasi ini dan membuat puting jadi lebih baik”, kata Dr. Pillai.
6.Membentuk Alami Dada
Meskipun wanita memakai bra untuk menopang payudara, tetapi bra tidak berfungsi sebagai alat yang berguna dalam jangka panjang. Kenyataannya, bra membuat dada melorot, menurut sebuah penelitian. Payudara tidak boleh ditolak gravitasi secara medis, psikologis, atau anatomis. Oleh karena itu, melepas bra akan terbukti baik tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga kecantikan
7.Memperbesar Payudara
Para wanita, apakah kamu ingin memiliki payudara yang lebih besar? Melepas bra mungkin bisa menjadi salah satu pilihannya. Payudara yang dibiarkan bebas menggantung secara alami, membuat otot pektoral dalam dada bekerja secara otomatis menahan gravitasi. Jika ini dilakukan dalam jangka panjang, otot-otot tersebut akan mengencang dan membuat payudara terlihat semakin penuh dan berisi.
13 Mei 2026 20:11
13 Mei 2026 20:04