BUKAMATA - Dampak rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) Jumat pekan lalu baru terasa di dalam negeri Senin kemarin.Nilai tukar rupiah langsung jeblok ke 0,39% ke Rp 15.310/USD yang merupakan level terlemah dalam lebih dari 2,5 tahun terakhir.
Pelemahan rupiah berlanjut hingga hari ini, Nilai tukar rupiah di pasar spot dalam tekanan di awal perdagangan hari ini. Selasa (11/10/2022), rupiah dibuka melemah ke Rp 15.331 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah melemah 0,09% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 15.318 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang di Asia.
Hingga pukul 09.00 WIB, sebagian besar mata uang di kawasan melemah. Di mana, hanya yen Jepang yang sukses menguat setelah naik tipis 0,02% terhadap the greenback.
Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,73%. Disusul, ringgit Malaysia yang ambles 0,45%.
Berikutnya, won Korea Selatan terlihat tergelincir 0,44%. Lalu ada yuan China dan baht Thailand yang terdepresiasi, masing-masing 0,35% dan 0,28%
Selanjutnya, dolar Singapura tertekan 0,04% dan peso Filipina turun 0,007%. Diikuti, dolar Hong Kong yang stabil dengan kecenderungan melemah tipis di pagi ini.
Pelemahan hampir seluruh mata uang Asia ini disebabkan Jebloknya kiblat bursa saham dunia Amerika Serikat.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Rupiah Anjlok di Pasar Luar Negeri, Nilai Tukar Dolar Tembus Rp 17.000
-
Nilai Tukar Rupiah Jadi Rp8.170 di Google, Berikut Fakta Menurut Bank Indonesia
-
Efek Rupiah Anjlok, Harga Hp hingga Mie Instan Bisa Meroket
-
Gawat! Rupiah Bisa Ambles ke Rp16.000 Per USD Sebelum Tahun Berganti
-
Fenomena Ekonomi di Indonesia, Kinerja Membaik, Mata Uang Malah Anjok