Hikmah
Hikmah

Selasa, 04 Oktober 2022 07:51

Buntut Krisis Eropa, Salah Satu Bank Papan Atas Swiss Terancam Bangkrut

Buntut Krisis Eropa, Salah Satu Bank Papan Atas Swiss Terancam Bangkrut

Pada perdagangan Senin (3/10/2022) harga saham bank papan atas itu anjlok lagi 10%, dengan semikian saham Credit Suisse sudah jeblok hingga lebih dari 25?lam sebulan.

BUKAMATA - Krisis keuangan yang disebut melanda eropa kian terasa. Salah satu bukti kuat atas krisis yang dialami Eropa adalah goyahnya salah satu bank terbesar di Swiss, Credit Suisse

Dikutip dari CNBC Indonesia, Penurunan tajam harga saham dan obligasi Credit Suisse memunculkan spekulasi liar bila bank papan atas Eropa itu akan menjadi korban pertama dari pelbagai krisis yang sedang melanda Eropa. 

Bahkan ada yang menyebut nasib Cradit Suisse bakal seperti kebangkrutan yang dialami Lehman Brothers pada September 2008 yang menandai ledakan krisis finansial di Amerika Serikat.

Pada perdagangan Senin (3/10/2022) harga saham bank papan atas itu anjlok lagi 10%, dengan semikian saham Credit Suisse sudah jeblok hingga lebih dari 25% dalam sebulan. 

Sementara itu, harga salah satu obligasinya yang jatuh tempo pada 2032 pada Senin (3/10/2022) turun 7 sen menuju 70 sen, dan obligasi jatuh tempo 2033 telah drop di harga 53.0 sen.

Tekanan harga tersebut telah mendorong CEO Ulrich Körner mengirimkan memo kepada seluruh para karyawannya pada hari Jumat. Isinya mencoba meyakinkan para staf mengenai posisi permodalan dan likuiditas bank. Namun, tekanan harga terus berlanjut. 

Indikasi awal, bank terbesar kedua di Swiss itu menjadi perhatian pasar karena serangkaian kegagalan dan kerugian yang dideritanya. Diantaranya, kerugian nyaris 4 miliar Swiss francs (USD 4 billion) pada tiga kuartal terakhir, sementara biaya pinjaman melonjak akibat penurunan rating, seperi dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Financial Times melaporkan para eksekutif Credit Suisse menghabiskan akhir pekannya untuk berjibaku meyakinkan klien-klien besar, counterpart bisnis, dan investor tentang likuiditas dan posisi modal sebagi respons atas kekhawatiran mengenai kesehatan finansial bank papan atas tersebut.

Dilaporkan, mereka menelpon satu persatu klien setelah tesebar kabar mengenai kenaikan tajam credit default swaps Credit Suisse, atau premi asuransi proteksi gagal bayar, yang pada hari Jumat pekan lalu naik tajam, mengindikasikan kekhawatiran investor akan kesehatan bank tersebut.

 

Tim aktif menghubungi klien-klien utama dan partner bisnis pada akhir pekan," ujar salah satu ekskutif yang terlibat dalam aktifitas tersebut. "Kami juga mendapatkan telepon dari investor besar kami yang memberikan pesan dukungan," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Credit Suisse #Krisis eropa

Berita Populer