Hikmah
Hikmah

Minggu, 02 Oktober 2022 06:03

Miniatur Kereta Cepat Jakarta Bandung
Miniatur Kereta Cepat Jakarta Bandung

Bos Mau Datang, Menhub Tinjau Perkembangan Proyek KCJB

Dengan demikian 75 persen dari nilai proyek KCJB dibiayai oleh China Development.

BUKAMATA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau perkembangan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) jelang kunjungan para bos besar yaitu orang nomer 1 RI, Joko Widodo bersama orang nomer 1 China, Xi Jinping.

Diketahui proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp3,4 triliun. Selain itu, perusahaan juga mendapatkan komitmen pendanaan dari China Development Bank (CDB) diperkirakan sekitar USD4,55 miliar atau Rp64,9 triliun.

Dengan demikian 75 persen dari nilai proyek KCJB dibiayai oleh China Development. 

"Suatu kebanggaan bahwa Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kereta cepat," ujar Budi melalui keterangan tertulis, Sabtu (1/10/2022).

Budi meninjau proyek ini untuk melihat perkembangan sebelum Jokowi di Xi berkunjung ke lokasi KCJB itu di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November mendatang.

Berdasarkan data PT KCIC, progres proyek KCJB telah mencapai 86 persen. Proyek itu ditargetkan akan diuji coba pada Maret 2022 dan beroperasi pada Juni 2023.

Budi mengatakan bahwa Stasiun Halim Jakarta sampai Stasiun Padalarang menjadi fokus utama penyelesaian KCJB. Jalur kereta ini sendiri membentang dari Stasiun Halim - Stasiun Karawang - Stasiun Padalarang - Stasiun Depo Tegalluar.

Stasiun Halim dan Stasiun Padalarang menjadi fokus karena bakal menjadi stasiun perjumpaan antara kereta cepat dengan kereta feeder KCJB yang akan menuju Stasiun Bandung.

"Kita targetkan perjalanan kereta cepat dari Jakarta ke Bandung akan menempuh waktu 52 menit, dari Jakarta ke Padalarang 30 menit, dan dari Padalarang ke Bandung (menggunakan kereta feeder) 22 menit," ucapnya.

 

 

#Kereta cepat Jakarta-bandung #Xi Jinping