MAKASSAR, BUKAMATA - Salah satu agenda Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni memberikan pemaparan dalam pelaksanaan Roving Seminar Kekayaan Intelektual, di Hotel Four Point, Makassar, Kamis, 29 September 2022.
Dalam paparannya, Yasonna menyampaikan pentingnya memiliki hak kekayaan intelektual. Khususnya dalam industri kreatif yang setiap harinya muncul dengan beragam kreasi segar karya anak bangsa di berbagai bidang ide kreatif yang berlimpah.
Selain itu, kebudayaan yang ada di Indonesia termasuk kebudayaan di Sulsel, khususnya adat Toraja diharapkan bisa memiliki Hak Kekayaan Intelektual.
"Mengapa penting mendaftarkan ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional kita ini, karena ada juga negara lain yang terkadang mirip dan mengklaim tarian itu adalah tarian negara mereka yang terkenal. Pada waktu dulu adalah Reog Ponorogo diklaim oleh Malaysia," jelasnya.
Apalagi, kata Yasonna, Sulsel yang memiliki 1,5 juta Usaha Kecil Menengah dan Mikro, merupakan episentrum industri kreatif wilayah Indonesia bagian tengah dan timur dengan jumlah permohonan kekayaan intelektual sebesar 13.268 hanya di tahun 2019 - 2022.
Sementara itu, Sekertaris Daerah Sulsel, Abdul Hayat Gani, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Roving Seminar Kekayaan Intelektual tersebut dan juga pelaksanaan Yasonna Mendengar yang melibatkan banyak industri kreatif.
"Kemarin sudah dilakukan dengan segala pendekatan psikologis oleh Bapak Menteri Hukum dan HAM, kita lihat animo teman-teman kampus, masyarakat, umumnya Sulsel sangat antusias. Saya kira Roving Seminar ini memang harus bergerak, harus berputar, harus mobile untuk kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.
"Target kita satu dalam posisi Indonesia, inflasi, membicarakan kemiskinan. Dan salah satu intervensi yang kuat menurut saya dalam waktu dekat, kalau kita mampu memberikan pemulihan ekonomi nasional Roving Seminar untuk kita lakukan di berbagai tempat," sambungnya.
Bahkan, Abdul Hayat yakin Roving Seminar ini akan memicu dan memacu pertumbuhan ekonomi di Sulsel, dan akan mempercepat pemulihan ekonomi di saat inflasi seperti sekarang ini. (*)
BERITA TERKAIT
-
Pemprov Sulsel Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak di Tengah Sorotan Kasus Pelecehan di Kampus
-
Pemprov Sulsel Ajukan Bantuan CT Scan untuk Dukung Pembangunan Dua RS Regional di Luwu dan Gowa
-
Stadion Sudiang Berkapasitas 27 Ribu Penonton Dibangun, Ditarget Rampung 2027
-
Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027 Lewat Rakortek Tematik, Perkuat Percepatan Penurunan Stunting dan Perlindungan Kelompok Rentan
-
Gubernur Andi Sudirman Bawa Sejumlah Usulan Infrastruktur Strategis ke Pemerintah Pusat