BUKAMATA - Sebuah laporan menyatakan bahwa Apple telah memberitahu pemasoknya untuk mebatasi perakitan iPhone 14.
Apple hanya akan membuat 6 juta unit pada paruh kedua tahun ini menyusul adanya perlambatan permintaan terhadap produk yang baru dirilis.
Akibat laporan tersebut saham Apple turun lebih dari 4 persen pada Rabu (28/9/2022). Pasar nampaknya khawatir menyusul adanya laporan bahwa raksasa teknologi itu membatalkan rencananya untuk meningkatkan produksi iPhone terbaru.
"Permintaan konsumen yang lebih lemah diperkirakan terjadi ketika tagihan listrik naik, suku bunga naik, biaya hipotek naik dan pengeluaran diskresioner akan dibatasi oleh itu," kata Patrick Armstrong, kepala investasi di Plurimi Wealth di London, seperti laporan Blomberg.
Sementara itu, beberapa waktu lalu analis Apple, Ming-Chi Kuo mengatakan bahwa permintaan untuk iPhone 14 model Pro dan Pro Max jauh lebih tinggi dibandingkan iPhone 14 dan iPhone 14 Plus.
Terlepas dari konektivitas satelit dan fitur deteksi kecelakaan, model iPhone 14 terlihat dan terasa mirip dengan iterasi sebelumnya, yang dijual dengan harga sedikit lebih tinggi.
“Calon pembeli iPhone 14 akan lebih memilih iPhone 13, mengingat diskon besar dan kuat untuk model lama,” kata Abhilash Kumar dari perusahaan riset data Strategy Analytics, Dikutip dari Reuters, Kamis (29/9/2022).
Sementara itu, analis Wedbush mengatakan bahwa bauran produk telah bergeser ke model Pro, mendorong waktu tunggu hingga awal November untuk beberapa model, dan bahwa Apple dapat mengalihkan produksi dari model dasar ke Pro di seluruh Asia menjelang musim liburan.
BERITA TERKAIT
-
Siap-siap! Akhir Tahun Harga iPhone Bakal Naik
-
Apple Digadang Bakal Produksi Seluruh iPhone di India
-
Apple Punya Fitur Baru Agar Anak Aman Gunakan Gadget
-
Apple Buka Lowongan Pekerjaan Baru untuk Penuhi Syarat Jual iPhone 16 di RI
-
Pemerintah Minta Apple Investasi Rp16 Triliun Jika Ingin Jual iPhone 16 di Indonesia