Hikmah : Jumat, 09 September 2022 12:27
Ilustrasi : suasana terminal

MAKASSAR, BUKAMATA - Tarif angkutan umum antar daerah di Sulawesi Selatan mulai merangkak naik. Bahkan kenaikannya ada yang mencapai 50 persen dari harga sebelum Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi naik. 

Sebut saja rute, Makassar-Bone, Bone-Makassar yang harganya naik dari Rp100 ribu menjadi Rp150 riburibu, namun harga ini khusus untuk rute ke bandara Sultan Hasanuddin dari Bone. Semetara itu untuk rute lain di dalam kota Makassar kenaikannya sekira Rp20 ribu hingga 30 ribu per rute. 

Selain rute Bone , Rute Makassar-Palopo juga mengalami kenaikan harga dari Rp170 ribu menjadi Rp200 ribu. Kenaikannya mencapai 30 persen dari harga sebelum BBM naik

Kondisi yang sama juga terjadi untuk rute Makassar-Polman (Sulawesi Barat). Kenaikannya Rp 30 ribu per penumpang dari tarif lama.

"Sebelumnya Rp 120 ribu naik jadi Rp 150 ribu. Ini karena naik mi BBM. Kalau tidak dinaikkan, tarif lama hanya cukup untuk beli bensin (BBM) kendaraan," ungkap sopir rute Makassar-Polman, Anwar di kutip dari detiksulsel, Jumat (9/9/2022). 

Kenaikan tarif yang serempak dilakukan sopir-sopir mobil angkutan umum antar daerah tersebut menyusul kenaikan tarif BBM bersubsidi. 

Di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) harga pertalite yang sebelumnya Rp7.650/liter kini naik menjadi Rp10.000/liter. Sementara untuk pertamax dari Rp12.500/liter naik menjadi Rp14.850/liter, dan solar naik dari Rp5.150/liter menjadi Rp 6.800/liter.

Terkait kenaikan angkutan umum tersebut pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum mengeluarkan pernyataan resmi.