MAROS, BUKAMATA - Tim Pengabdian Dies Natalis Unhas ke-66 dan para guru SMP IPA di Kabupaten Maros berinovasi media ajar IPA dari alam sekitar, menyambut Kurikulum Merdeka Belajar.
Inovasi dibuat dengan menggelar pelatihan pemanfaatan alam sekitar sekolah sebagai media ajar IPA bagi siswa siswi SMP di Kabupaten Maros, Selasa, 23 Agustus 2022 lalu.
Kegiatan ini melibatkan guru-guru IPA di beberapa SMP di Kabupaten Maros, dan Dharma Wanita Dinas Pendidikan Maros.
Ada enam dosen fasilitator tim pengabdian serta lima orang mahasiswa-mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas) dari berbagai program studi terkait dengan materi pembelajaran IPA yang hadir memberikan materi pelatihan.
Ketua Tim Pengabdian, Dr Irma Andriani, mendorong para guru untuk selalu semangat berkreasi dan berinovasi dalam melaksanakan proses-proses pembelajaran di sekolah.
"Contohnya flora fauna dan fenomena alam yang ada di sekitar sekolah dapat dijadikan media ajar sebagai implementasi dari Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah. Misalnya, ikan Medaka Sulawesi (Oryzias celebensis) dan Medaka Jawa (Oryzias javanicus) yang distribusinya di Sungai Maros dengan segala keunikannya yang bisa dijadikan alat belajar biologi," kata Irma Andriani, dalam wawancaranya, Kamis, 8 September 2022.
Telur ikan Madaka Sulawesi dan Madaka Jawa yang transparan, kata Irma Andriani, bisa menggambarkan proses embriogenesis dengan sangat jelas.
Irma Andriani sendiri sejak tahun 2014 telah menekuni penelitian terhadap ikan Medaka Sulawesi dan jenis-jenis ikan Medaka lainnya dan telah berupaya melakukan proses domestikasi. Saat ini, Oryzias celebensis telah dapat dibudidayakan, diprakarsai oleh Pusat Studi Medaka Unhas sejak tahun 2014.
Dalam pelatihan tersebut Dr Irma Andriani dan Dr drh Dwi Kesumasari, memberikan materi terkait ikan Medaka Sulawesi (Oryzias celebensis) dan Medaka Jawa (Oryzias javanicus).
Kemudian Dr Nurlaela Rauf dan Dr Ilham Aminuddin juga memperkenalkan contoh penghitungan energi dari fenomena alam air terjun Bantimurung.
Sedangkan Syadza memperkenalkan fenomena ikatan kimia pewarna tekstil, baik itu pewarna dari bahan alam maupun sintetik dengan material kain itu sendiri.
Untuk membangun semangat berkolaborasi, tim pengabdian Unhas juga menggandeng tim UMKM Siborita dari Kabupaten Takalar yang ikut memberikan transfer ilmu dan keterampilan membuat prakarya membatik dengan memanfaatkan bahan-bahan alam sekitar.
Pelatihan ditutup dengan praktek membuat batik Siborita dengan teknik menjerat warna dengan mengikat (tye die) dibantu oleh tim terampil dari UMKM Siborita Takalar.
Proses pembelajaran tersebut memicu semangat para guru karena selain aspek kognitif dan afektif yang terasah juga aspek psikomotorik dalam waktu yang sama.
"Kita berharap dengan media ajar seperti ini, para siswa akan lebih menikmati belajar IPA," tutup Dr Irma Andriani.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros, A Patiroy, menutup pelatihan dengan apresiasi yang setinggi- tingginya pada Unhas yang menunjukkan perhatian kepada kemajuan pendidikan di Kabupaten Maros.
Hadir pula pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Husair, Pengawas A Masjihad, Koordinator Kepala Sekolah Syamsuddin, serta perwakilan MGMP Bidang IPA.(*)
BERITA TERKAIT
-
Lima Tahun Memimpin, Irma Andriani Peringati HKG PKK di Akhir Masa Jabatan
-
Perkuat Jejaring, ITP Hadirkan Guru Besar Michigan State University
-
Hanya 20 menit diproses, Batik Shiborita Takalar Sudah Siap Dipakai
-
PKK Takalar Juara I Lomba Video Pola Asuh Anak dan Remaja se Sulsel
-
Motivasi Peserta Pelatihan BLK, lrma Andriani Usulkan Kurikulum Pemasaran Berbasis Online dan Personal Branding