Dewi Yuliani : Senin, 05 September 2022 18:13
Ist

MAKASSAR, BUKAMATA - Pasangan suami isteri asal Palu, Sulawesi Tengah, Akbar Yunus (39 tahun) dan Damayanti (25 tahun), tengah berjuang untuk kesembuhan puteri mereka, Arsyila Nadhira Akbar, yang saat ini masih berusia 10 bulan. Arsyila diketahui mengalami kebocoran pada jantungnya setelah dilakukan perawatan dan pemeriksaan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, Palu, pada Januari 2022, tak lama setelah ia dilahirkan.

Pada Februari 2022, ia kembali dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Berharap kesembuhan, April 2022, Arsyila kembali dirujuk ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Arsyila telah menjalani dua kali operasi. Saat ini, kondisinya masih kritis dan mengalami koma.

Kedua orangtua Arsyila, Akbar Yunus dan Damayanti, saat dihubungi via telepon, mengaku hanya bisa pasrah. Setelah enam bulan berjuang di Jakarta, dokter yang menangani Arsyila telah meminta agar kedua orangtua bisa mengikhlaskan puteri mereka.

"Kata dokter, Arsyila kini mengalami kerusakan di otak yang bisa memicu henti jantung. Saat ini kerusakannya terus meluas. Kami sudah diminta mempersiapkan segala kondisi terburuk yang bisa terjadi kapan saja," kata Damayanti lirih.

Akbar Yunus menambahkan, Arsyila menjalani pengobatan dengan fasilitas BPJS Kesehatan. Selama enam bulan di Jakarta, keduanya hanya bergantung pada bantuan berbagai pihak untuk biaya hidup.

"Sudah sebulan ini kami tinggal di ruang tunggu RSCM. Sebelumnya kami di rumah singgah, tapi tidak bisa juga selamanya disana," tuturnya.

Akbar dan Damayanti berharap ada keajaiban. Meskipun saat ini pihak rumah sakit masih mensupport perawatan Arsyila, namun mereka telah diminta menandatangani surat pernyataan. Ketika semua sudah siap, seluruh peralatan yang menopang bayi mereka harus dilepas.

Keduanya pun berharap, Arsyila bisa dibawa kembali ke Palu, ke kampung halaman mereka. Meskipun yang akan mereka bawa hanyalah Arsyila dalam bentuk jasad.

"Kami tidak mungkin meninggalkan Arsyila disini. Kami harus bawa pulang. Tapi terkendala lagi untuk biaya pemulangan jenazah, karena pasti sangat mahal. Tapi kami akan berusaha," tuturnya. (*)

Catatan:

Bagi yang ingin membantu, bisa menghubungi Akbar Yunus (Ayah Arsyila) di nomor kontak 082362278780

BERITA TERKAIT