MAKASSAR, BUKAMATA - Pemerintah baru saja menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi pertalite dari harga Rp7.650 menjadi Rp10.000. Dengan harga Rp10.000 tersebut apakah pemerintah tidak lagi menyubsidi BBM ber RON 90 tersebut?
Ada yang menarik dari harga yang ditetapkan pemerintah. Harga tersebut ternyata lebih mahal dibandingkan dengan bahan bakar yang dijual oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum milik perusahaan swasta.
Perusahaan swasta tersebut adalah Vivo. SPBU Vivo menjual bensin dengan Nama Revvo 89 seharga hanya Rp8.900 perliter.
Di hari yang sama dengan pengumuman pemerintah menaikkan harga Pertalite, Vivo malah mengerek turun harga BBM ber RON sedang mereka. Saat Pertalite naik, Revvo 89 turun dari harga Rp9.800 menjadi Rp8.900 perliter.
Diketahui Pertamax dan Revvo sama-sama berada dalam kategori RON sedang, dimana Revvo 89 menggunakan RON 89 sedangkan pertalite menggunakan RON 90. Sedangkan perbedaan harga dari kedua BBM ini cukup tinggi mencapai Rp2100 per liter.
Pengumuman kenaikan harga BBM ini yang ditetapkan pemerintah di kala harga minyak dunia justru melandai semakin menambah geram publik.
Aksi protes melalui demonstrasi terjadi di sejumlah wilayah termasuk di, Jakarta, Sulawesi Barat dan di Makassar. Mahasiswa turun ke jalan melakukan protes kenaikan harga BBM.
Organisasi buruh pun tidak tinggal diam. Partai Buruh dan organisasi serikat buruh berencana menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa (6/9/2022) untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang baru diumumkan pemerintah.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan, aksi akan dipusatkan di DPR RI dengan tuntutan agar pimpinan DPR memanggil para menteri terkait kebijakan perekonomian.
"Pimpinan DPR atas nama komisi terkait ESDM DPR RI harus berani membentuk pansus (panitia khusus) atau panja (panitia kerja) BBM," kata Iqbal dalam siaran pers, Rabu (3/9/2022)
Terkait hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun buka suara. Sri Mulyani menjelaskan meski harga minyak dunia melandai, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih tetap lebih tinggi.
"Masyarakat bertanya harga minyak sebulan terakhir mengalami penurunan, kami terus melakukan penghitungan dengan harga minyak ICP yang turun ke US$ 90 atau turun di bawah US$ 90 sekalipun maka harga rata-rata ICP Indonesia masih di angka US$ 97," kata Sri Mulyani dalam keterangan harga BBM naik dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9/2022).