Hikmah : Rabu, 24 Agustus 2022 11:12

BUKAMATA - Kondisi pemerintah Indonesia yang kini merasa terbebani atas subsidi energi dan listrik yang terus membengkak menjadi perhatian publik. 

Susi Pudjiastuti, eks menteri kelautan dan perikanan (KKP), pun akhirnya angkat bicara. Pemilik Susi Air ini menanggapi rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, pertalite maupun solar.

Menurut dia, penghematan perlu dilakukan oleh institusi pemerintah, agar tidak memberatkan anggaran. Susi bahkan berkicau di akun twitternya meminta pemerintah membubarkan sejumlah lembaga yang dianggap keberadaannya tidak diperlukan. 

"Bubarkan lembaga-lembaga/komisi-komisi yang tidak diperlukan dan tidak signifikan keberadaannya," kicaunya lewat akun Twitter @susipudjiastuti, dikutip Rabu (24/8/2022).

Bahkan, ia menyarankan apabila diperlukan kementerian atau departemen digabung. Ambil contoh, Kejagung dan Kemenkumham atau Deperindag (Kementerian Perdagangan) dan Perindustrian jadi direktorat perdagangan luar negeri.

"Sejak 2-3 bulan lalu, saya ajak semua berhemat, skala rumah tangga, kantoran, dan lain-lain. Juga instansi-instansi pemerintah tentunya juga harus ikut (berhemat)," lanjut Susi.

Pasalnya, ia menyebut harga-harga kebutuhan sehari-hari akan terus merangkak naik. Jika begitu, maka daya beli masyarakat akan terus melemah.

"Penghematan (anggaran) instansi dialihkan untuk bantuan masyarakat lemah," terang dia.