Dewi Yuliani : Senin, 22 Agustus 2022 21:20
Kejaksaan Negeri Belopa bekerja sama dengan SMAN 12 Luwu melakukan tindakan pencegahan tindak pidana, melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Senin, 22 Agustus 2022.

LUWU, BUKAMATA - Kejaksaan Negeri Belopa bekerja sama dengan SMAN 12 Luwu melakukan tindakan pencegahan tindak pidana, melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Senin, 22 Agustus 2022. Jajaran Adhyaksa ini mengajak siswa SMA menegakkan sikap kejujuran.

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Belopa, Jainuardy Mulia, di hadapan siswa mengungkapkan, tahun ini salah satu fokus Kejari Belopa adalah melakukan tindakan pencegahan tindak pidana di wilayah kerjanya. Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya meluncurkan program JMS.

"Kami mengajak guru dan siswa untuk turut ambil bagian dalam memberantas tindak pidana mulai sejak dini. JMS sendiri mengangkat tema mengatasi kenakalan remaja dengan kenali hukum jauhi hukuman," jelasnya.

"Bagaimana caranya kita dapat ambil bagian memberantas tindak pidana korupsi, kami berharap guru harus menanamkan pendidikan berkarakter. Dan siswa harus menanamkan sikap kejujuran baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan pergaulan sehari-hari. Intinya kami mengajak untuk menjauhi tindak pidana," sambungnya.

Selain itu dalam kesempatan tersebut, Jaksa Alensi yang hadir sebagai narasumber mengingatkan para siswa sebagai generasi muda agar menghindari mengkonsumsi narkoba, yang bisa menjerumuskan masa depan siswa sebagai generasi penerus tongkat estafet pembangunan bangsa dan negara.

"Kalian jangan sekali-kali mencoba-coba untuk mengkonsumsi narkoba. Jika kalian sudah tersentuh narkoba, yakin dan percaya masa depan kalian akan hilang. Ini akan menjadi ancaman buat kita generasi muda Luwu. Bahkan kasus narkoba ini juga sudah masuk desa-desa. Hal ini sungguh sangat memprihatinkan dan harus kita perangi bersama-sama, " terangnya.

Sementara itu, Guru SMAN 12 Luwu, Syahrir Abdul Hidayat, mengatakan, pihaknya mendukung upaya yang dilakukan oleh kejaksaan untuk memberikan pengarahan kepada para pelajar.

"Kegiatan ini patut diapresiasi, supaya anak-anak kita paham sejak dini," ujarnya. (*)