MAKASSAR,BUKAMATA - Pasca kemerdaan Republik Indonesia, salah satu perlombaan yang populer digelar masyarakat adalah Panjat pinang.
Permainan beregu ini dianggap seru karena setiap tim harus nerlomba-lomba memanjat pohon pinang yang susah dilumuri pelicin untuk menambah tingkat kesulitan meraih hadiah di pucuk pinang.
Namun tahukah kamu? Ada kisa pilu dalam permainan tersebut.
Panjat pinang, ternyata merupakan warisan Belanda. Seperti namanya, panjat pinang merupakan lomba memanjat sebilah batang pohon pinang. Diatasnya diikat berbagai hadiah yang menyilaukan mata.
Untuk mendapatkan hadiah, peserta harus jatuh berkali-kali karena licinnya bilah pohon.
Dahulu, hadiah yang diperlombakan adalah bahan konsumsi seperti keju, gula, serta pakaian seperti kemeja, yang pada saat itu dipandang sebagai barang mewah oleh para pribumi.
Nantinya para pribumi akan berlomba-lomba memanjat pohon pinang tersebut untuk meraup hadiah-hadiah yang digantung.
Sementara para pribumi berlomba-lomba dan terjatuh-jatuh, hal tersebutlah yang dijadikan tontonan sekaligus hiburan bagi para meneer dan mevrouw Belanda.
BERITA TERKAIT
-
Lestarikan Kearifan Lokal, Karang Taruna Lotang Salo Gelar Lomba 'Mabbekawang'
-
Klub Motor Se Makassar Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 603 Meter
-
Kalak BPBD Bangga Personelnya Ambil Bagian dalam Perayaan HUT RI di Anjungan Pantai Losari
-
Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-77, Seluruh Dephead Dalton Hotel Turut Ambil Bagian
-
Pesan Penting di Balik Pengibaran Bendera Seluas 5.005 Meter Di Anjungan Pantai Losari