BUMAMATA - Presiden Joko Widodo memakai baju adat lengkap saat menghadiri sidang Tahunan MPR-RI Selasa (16/7/2022).
Pakaian adat tersebut bernama baju Paksian. Baju bernuansa hijau itu merupakan baju adat Provinsi Bangka Belitung.
Baju adat ini merupakan hasil akulturasi dengan budaya Arab dan Melayu.
Bajunya Paksian terdiri dari jas Arab panjang berwarna hijau lengkap dengan selempang berhiaskan bordir emas di bagian pinggirnya. Selempang ini tersampir di bagian bahu kanannya. Selempang ini bukan sekadar aksesori, namun punya maknanya sendiri.
Selempang dalam baju adat Bangka Belitung yang dipakai Jokowi ini memiliki arti keberkatan, keselamatan, kehormatan, wibawa, percaya diri dan harga diri.
Pakaian adat tersebut berwarna dominan hijau dan memiliki motif "pucuk rebung". Motif tersebut melambangkan kerukunan, sementara warna hijau dipilih karena mengandung filosofi kesejukan, harapan, dan pertumbuhan.
Presiden Jokowi juga memakai kain cual merah dengan benang emas di pinggangnya. Celana panjang berwarna senada juga dipakai di bawah kainnya.
Warna emas memiliki arti tersendiri bagi warga Bangka Belitung. Warna ini diyakini merupakan lambang dari kemegahan, istimewa, keramahan.
Untuk melengkapi tampilannya, penutup kepala warna emas juga dipakainya.
BERITA TERKAIT
-
Kementerian ATR/BPN Siapkan Baseline Program untuk Transisi Kepemimpinan
-
Pidato Kenegaraan Terakhir Jokowi: Minta Maaf kepada Rakyat Indonesia di Sidang Tahunan MPR
-
Di Ibu Kota Nusantara, Jokowi Pimpin Rapat Persiapan Pilkada Serentak 2024
-
Digelar 16 Agustus 2024, Sidang Tahunan MPR Digelar Bersamaan DPR dan DPD
-
Bamsoet Pastikan Sidang Tahunan MPR 16 Agustus di Jakarta, Peringatan Proklamasi 17 Agustus Hybrid di IKN dan Istana Negara