Hikmah
Hikmah

Selasa, 16 Agustus 2022 14:11

Emmy Saelan (dok:istimewa)
Emmy Saelan (dok:istimewa)

Emmy Saelan, Pahlawan Perempuan yang Mengorbankan Nyawanya Demi Kemerdekaan RI

Emmy Saelan gugur dalam sebuah misi spionase terhadap pasukan tentara KNIL/NICA. Dan ini kisahnya...

MAKASSAR, BUKAMATA - Jika mendengar nama Emmy Saelan, masyarakat di Kota Makassar tentu akan langsung terasosiasi pada salah satu jalan di kota daeng tersebut. 

Namun, pemilihan nama Emmy Saelan sebagai salah satu nama jalan di Makassar bukan tanpa sebab. Emmy Saelan adalah salah satu pahlawan asal Sulawesi Selatan yang terlibat langsung dalam proses Kemerdekaan Indonesia. 

Emmy Saelan lahir di Makassar pada 15 Oktober 1924, dengan nama asli Salmah Soehartini Saelan. Nama Emmy Saelan merupakan sapaan akrabnya. 

Emmy Saelan gugur dalam sebuah misi spionase terhadap pasukan tentara KNIL/NICA. Dan ini kisahnya : 

Dalam Jurnal Nasional berjudul "Emmy Saelan: Perawat yang Berjuang", sejarah mencatat bahwa Emmy Saelan berperan dalam pemogokan "Stella Marris". Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap penangkapan Gubernur Sulawesi Sam Ratulangi pada tahun 1946 . 

 

Melansir penelitian Arsidah pada tahun 1998 yang berjudul "Peranan Emmy Saelan di Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia di Sulawesi Selatan (1945-1947)", saat penangkapan dan pengasingan Gubernur Sulawesi pada 5 April 1946 oleh Belanda, Emmy Saelan dan beberapa teman kerjanya menyatakan protes terhadap Belanda dengan melakukan aksi pemogokan.

Peristiwa tersebut membuat pihak rumah sakit melakukan pengamatan terhadap pegawai yang terindikasi pro-republiken.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by bukamatanews.id (@bukamatanews)

Menyadari hal Itu, Emmy Saelan memutuskan meninggalkan Stella Marris pada Juli 1946. Kemudian menyusul Mouwly Saelan ke Takalar, yang pada masa itu menjadi tempat pusat perjuangan para pemuda dalam mempertahankan kemerdekaan.

Emmy Saelan kemudian tergabung dalam LAPRIS sebagai penanggung jawab dalam Bagian Palang Merah. Pejuang wanita asal Sulawesi Selatan ini kemudian merawat para pejuang yang terluka. Namun, tidak hanya merawat para pejuang yang terluka, Emmy Saelan juga berjuang dengan mengangkat sejata.

Pada masa perjuangan itu, Emmy Saelan mendapatkan misi spionase, yakni bertolak ke Makassar untuk mencari informasi mengenai kekuatan lawan dalam hal ini KNIL/NICA. Peran ini diberikan kepada Emmy Saelan karena pernah bertugas di Rumah Sakit Stella Marris dan dianggap mengetahui seluk-beluk Kota Makassar.

Namun, saat menjalankan misi tersebut, posisi Emmy Saelan terbaca oleh pihak lawan. Kontak senjata pun tidak terhindarkan. Tepatnya pada tanggal 20 Januari 1947 posisi Emmy Saelan terdesak hingga ke daerah Tidung.

Keesokan harinya, 21 Januari 1947 posisi Emmy Saelan terkepung oleh KNIL/NICA. Di dalam pengepungan tersebut, Emmy Saelan mengambil tindakan untuk tidak menyerah dan memilih melawan tentara KNIL/NICA dengan meledakkan granat. Di dalam peristiwa tersebut, Emmy Saelan gugur bersama para tentara KNIL/NICA yang mengepungnya.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Hut RI ke 77 #Serba serbi 17-agustusan

Berita Populer