Dewi Yuliani : Minggu, 14 Agustus 2022 18:25
Pentas Seni Merdeka Toleransi dengan tema Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, dilaksanakan Forum Komunikasi Umat Beragama Sulsel, di Hotel Claro Makassar, Sabtu malam, 13 Agustus 2022.

MAKASSAR, BUKAMATA - Pentas Seni Merdeka Toleransi dengan tema Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, dilaksanakan Forum Komunikasi Umat Beragama Sulsel, di Hotel Claro Makassar, Sabtu malam, 13 Agustus 2022. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 700 orang dari berbagai agama, baik secara offline maupun online. Tidak kurang dari 200 penari turut memeriahkan pentas seni ini.

Pentas Seni Merdeka Toleransi ini merupakan rangkaian dari Pekan Merdeka Toleransi Sulsel, yang mengaplikasikan tujuh program utama Kementerian Agama (Kemenag), tentang pentingnya toleransi. Kegiatan tersebut diprakarsai Kemenag Sulsel, bekerjasama dengan Pemprov Sulsel, Polda Sulsel, dan Kodam XIV Hasanuddin

Kepala Kantor Kemenag Sulsel, Khaeroni, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan rangkaian Pekan Merdeka Toleransi.

"Malam ini atas kerjasama dari berbagai pihak, kami persembahkan pentas seni dalam rangka memperkenalkan nilai-nilai toleransi dan keanekaragaman yang ada di Indonesia," ujar Khaeroni.

Sementara, Panitia Pelaksana Pentas Seni Merdeka Toleransi, Yonggris, mengungkapkan, kegiatan ini didukung penuh 200 penari dari berbagai lintas agama. Diantaranya siswa MTSN 1 Makassar, Paduan Suara Mahasiswa Unhas, Tim Penari INLA, dan penari Medley.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulsel yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Sulsel Prof Muhammad Jufri, mengucapkan terima kasih banyak telah ikut meriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan melaksanakan Pekan Toleransi.

"Atas nama pemerintah provinsi kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara yang luar biasa ini, menghadirkan semua lintas masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, dan semuanya," tuturnya.

Pentas seni ini dihadiri beberapa pejabat. Diantaranya Ketua FKUB Sulsel, Forkopimda Sulsel, Pembimas Kanwil Kemenag Sulsel, dan Kakan Kemenag kabupaten kota.

Pentas Seni ditutup dengan penampilan Dramatari Sutasoma, yang menceritakan tentang putra Prabu Mahaketu dari Kerajaan Astina yang harus menggantikan ayahnya sebagai raja. (*)