Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 26 Juli 2022 16:59

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman didampingi Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyambut kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, yang sedang melakukan kunjungan kerja, di Rumah Jabatan, Senin malam, 25 Juli 2022.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman didampingi Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyambut kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, yang sedang melakukan kunjungan kerja, di Rumah Jabatan, Senin malam, 25 Juli 2022.

Andi Sudirman Minta Program Kementerian PPPA Diterapkan di Sulsel

Pemprov sendiri selain melalui regulasi dan edukasi, juga melalui dukungan pada penganggaran untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Seperti halnya untuk stunting, di provinsi anggaran yang disiapkan sekitar Rp10 miliar.

MAKASSAR, BUKAMATA - Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman didampingi Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyambut kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, yang sedang melakukan kunjungan kerja, di Rumah Jabatan, Senin malam, 25 Juli 2022.

Bersama Gusti Ayu Bintang, Andi Sudirman dan Naoemi membahas persoalan perempuan dan anak serta berkomitmen bersinergi menanganinya. Seperti kekerasan, pernikahan dini, hingga pemenuhan gizi anak.

"Di Sulsel setiap ada persoalan kami turun melalui tim yang dibentuk, berbagai persoalan memang dihadapi, perlu edukasi yang kuat bahkan pendekatan melalui budaya," kata Andi Sudirman.

Pemprov sendiri selain melalui regulasi dan edukasi, juga melalui dukungan pada penganggaran untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Seperti halnya untuk stunting, di provinsi anggaran yang disiapkan sekitar Rp10 miliar. Sedangkan untuk kabupaten kota diberikan bantuan keuangan.

"Dengan upaya ini, peningkatan gizi dan penurunan angka stunting di Sulsel sangat baik," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan beberapa kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi. "Masalah perempuan dan anak memang perlu treatment khusus," sebutnya.

Untuk itu, gubernur meminta kepada menteri jika ada program yang telah terbukti berhasil untuk dapat diduplikasi di Sulsel.

Sementara, I Gusti Ayu Bintang menyampaikan, kunjungannya ke Sulsel dalam rangka untuk sinergi dengan Pemprov, menyelesaikan persoalan yang ada di Provinsi dan Kabupaten/Kota.

"Kalau tidak bergerak bersama tidak akan bisa menyelesaikan persoalan perempuan dan anak, sehingga kami butuh bantuan gubernur," ujarnya.

Ia menyampaikan, program yang dapat diimplemtasikan di Sulsel yakni Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Program ini telah dikembangkan sejak 2021.

DRPPA adalah sebuah desa/kelurahan yang berperspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan, yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, berkelanjutan, sesuai dengan visi pembangunan Indonesia.

Pengembangan model ini untuk menjawab lima arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait PPPA, dimulai dari tingkat mikro yaitu desa/kelurahan.

Kelima arahan tersebut adalah peningkatan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan berperspektif gender, peningkatan peran ibu/keluarga dalam pengasuhan/pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.

"Model ini yang kita harapkan bisa diwujudkan, diaplikasikan dan diduplikasikan," harapnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemprov Sulsel #Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman #I Gusti Ayu Bintang Darmawati