BUKAMATA – Memilih investasi yang aman memang tidak mudah. Apalagi kondisi sulit seperti saat ini, dimana banyak yang menawarkan investasi dengan keuntungan besar tapi berujung pada penipuan.
Pengamat, perbankan, keuangan, dan investasi dari UGM, I Wayan Nuka Lantara, membagikan tips aman berinvestasi di tengah situasi ekonomi yang tak menentu dan agar terhindar dari penipuan.
Wayan menyatakan dalam berinvestasi ada empat komponen utama yang harus menjadi perhatian.
Pertama, kenali instrumen investasi. Carilah informasi terkait investasi yang akan diambil baik melalui testimoni pengguna maupun sumber kredibel seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga diperoleh informasi yang memadai.
"Pahami informasinya sedetail mungkin, pahami karakteristik produknya,"ucap Wayan dilansir Bukamata dari laman liputan 6, Sabtu (23/7/2022).
Kedua, cara aman berinvestasu harus cek kemampuan diri. Berinvestasi harus menyesuaikan dengan tujuan dan kemampuan diri secara finansial.
"Cek dengan profil risiko kita. Misal menjelang pensiun lalu ambil investasi dalam bentuk bitcoin ini tidak cocok karena waktu tinggal berapa tahun pensiun dan terlalu berisiko kan bahaya," paparnya.
Ketiga, cek dahulu reputasi perusahaan penyelenggara investasi. Hal ini untuk memastikan kredibilitas perusahaan agar terhindar dari investasi bodong atau abal-abal.
Dosen Departemen Manajemen FEB UGM ini menyebutkan tips aman berinvestasu selanjutnya adalah cek legalitas investasi. Masyarakat dapat melakukan pengecekan legalitas perusahaan investasi melalui OJK.
"Kalau ternyata perusahaan investasinya tidak ada izin OJK ya tidak usah dipilih," tegasnya.
Soal instrumen investasi seperti apa yang bisa dipilih? Wayan mengatakan ada beberapa macam investasi seperti saham, deposito, obligasi, reksadana, cryptocurrency atau investasi mata uang digital, dan lainnya. Setiap investasi memiliki kelebihan dan risiko masing-masing.
Wayan menjelaskan instrumen investasi dengan level risiko paling rendah adalah deposito. Deposito di bank konvensional yang dijamin oleh LPS.
"Lalu yang agak berisiko itu obligasi yang diterbitkan pemerintah. Berikutnya dengan risiko lebih tinggi adalah reksadana, di atasnya lagi itu saham lalu setelah itu bitcoin," tuturnya.
Wayan mengimbau masyarakat agar bijak dan teliti sebelum berinvestasi saat memilih produk investasi. Sesuaikan investasi dengan tujuan serta kemampuan finansial masing-masing individu.
BERITA TERKAIT
-
Hadiri Kongres HAM Luwu Timur Batara Guru, Irwan Bachri Syam Harap Mahasiswa Jadi Pelaku Pengembangan Ekonomi Daerah
-
Dirikan Pabrik AC di Jawa Barat, LG Umumkan Investasi Baru di Indonesia
-
Sewa Lahan ke PT IHIP Ditentukan KJPP Independen
-
DPMPTSP Luwu Timur Optimistis Target Investasi Rp3,3 Triliun Bisa Tercapai
-
Makassar Magnet Investasi, Apartemen Harga Triliunan Rupiah Segera Dibangun