Kasus PMK Terus Meningkat, Abdul Hayat Langsung Gelar Rapat Koordinasi
Berdasarkan hasil Rakor dengan Irjen Kementerian Pertanian RI, Jan Samuel Maringka, Minggu 17 Juli 2022 lalu, semua daerah yang dinyatakan ada hewan terjangkit virus PKM harus diselesaikan dalam waktu satu Minggu.
MAKASSAR, BUKAMATA - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak ruminansia, terus meningkat di Sulsel. Berdasarkan data per tanggal 17 Juli 2022, jumlahnya mencapai 520 kasus.
Menyikapi kondisi tersebut, Plh Gubernur Sulsel, Abdul Hayat Gani, langsung menggelar rapat koordinasi soal penanganan virus PMK bersama daerah terjangkit.
Abdul Hayat menyampaikan, berdasarkan hasil Rakor dengan Irjen Kementerian Pertanian RI, Jan Samuel Maringka, Minggu 17 Juli 2022 lalu, semua daerah yang dinyatakan ada hewan terjangkit virus PKM harus diselesaikan dalam waktu satu Minggu.
"Satu Minggu harus selesai mengenai PMK, terutama tanggung jawab kabupaten kota dalam pengendalian PMK," kata Abdul Hayat, dalam kesempatan tersebut secara virtual, Selasa, 19 Juli 2022.
Berdasarkan data per tanggal 17 Juli 2022, tercatat kasus di Tana Toraja 31 kasus, Toraja Utara 129 kasus, Bone 84 kasus, Makassar 10 kasus, Gowa 5 kasus, Jeneponto 232 kasus, Bantaeng 15 kasus, Takalar 13 kasus, dan Enrekeng 1 Kasus.
"Dengan total sebanyak 520 kasus, terdiri mati 9 kasus, sembuh 44 dan tersisa 453 kasus. Adapun langkah pengendalian efektif dengan depopulasi yaitu pemutusan mata rantai perkembangan virus, memutus tempat hidupnya," kata Abdul Hayat.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Abdul Hayat juga menyampaikan penetapan bentuk bantuan berupa uang dan besarannya ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan selaku KPA.
Sementara, alokasi dan pelaksanaan vaksinasi, Tana Toraja 1.500 dosis, Toraja Utara 2.000 dosis, Bone 2.000 dosis, Makassar 500 dosis, Gowa 1.500 dosis, Jeneponto 2.000 dosis, Bantaeng 500 dosis, Takalar 500 dosis, dan Unhas 500 dosis. Dengan total, 11.500 dosis.
"Semoga seluruh pihak membangun sinergitas dan kolaborasi dalam pengendalian kasus penyakit mulut dan kuku di Sulsel," harapnya. (*)
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
