Dewi Yuliani : Sabtu, 16 Juli 2022 20:06
drh Nurlina Saking

MAKASSAR, BUKAMATA - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Sulsel mencatat total aset ternak yang terancam akibat virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mencapai Rp 9 triliun. Aset ini dihitung menggunakan nilai terendah, dan belum termasuk tedong bonga yang harganya mencapai ratusan juta rupiah di Wilayah Toraja.

"Kami sudah menghitung berapa total aset ternak yang harus dilindungi dari virus ini, mencapai Rp 9 triliun. Ini kami hitung menggunakan nilai terendah, dan belum termasuk tedong bonga," ujar drh Nurlina Saking.

Nurlina mengungkapkan, virus PMK ini menyerang hewan ternak ruminansia. Yakni sapi, kerbau, kambing, dan babi. Yang cukup mengkuatirkan, karena penyebaran virus ini bisa melalui udara hingga sejauh 10 kilometer.

"Penyebaran virusnya sangat cepat, karena bisa melalui udara. Karena itu, dalam penanganannya dibutuhkan strategi khusus, dengan memblokade penyebaran virus," jelasnya.

Khusus pada babi, lanjut Nurlina, virusnya akan sulit terdeteksi. Karena babi bersifat menyimpan virus, dan tidak menunjukkan gejala.

"Kalau virusnya menyerang babi, sulit dikenali karena dia tidak menunjukkan gejala. Tetapi bisa menyebar," imbuhnya.

Ia menambahkan, bagi ternak yang terinfeksi virus, meskipun bisa sembuh, namun tetap disarankan untuk melakukan pemotongan bersyarat. Dagingnya tetap bisa dikonsumsi, karena virus ini tidak menular ke manusia.

"Saat terinfeksi, kami minta kerelaan hati peternak agar hewannya dipotong. Karena kalau ternak terinfeksi sudah mati, otomatis virusnya akan ikut mati," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sulsel telah menerima 15 ribu dosis vaksin PMK yang akan segera disalurkan ke 24 kabupaten kota. Jumlah ternak yang terinfeksi PMK tercatat 173 ekor, yang tersebar di Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Pinrang, Bone, Bantaeng, Jeneponto, dan Kota Makassar. (*)