Dewi Yuliani : Senin, 11 Juli 2022 14:06
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

MAKASSAR, BUKAMATA - Jumlah jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci hingga 40 hari operasional berjumlah 36 orang. Terakhir, sebanyak delapan jemaah meninggal pada fase pascawukuf di Arafah.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Agama, Hilman Latief, mengungkapkan, jika disandingkan dengan angka kematian pada hari yang sama untuk lima tahun terakhir, saat ini adalah yang paling sedikit.

"Angka penurunannya sangat signifikan," terang Hilman, Senin, 11 Juli 2022.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), lanjut Hilman, pada hari ke-40 operasional haji tahun 2015 misalnya, ada 397 jemaah wafat. Sementara pada 2016, ada 180 jemaah wafat. Tiga tahun berikutnya, angka kematian pada angka 327 (2017), 177 (2018), dan 169 (2019).

"Tahun ini, angka kematian pada 40 hari operasional, 36 jemaah," ungkapnya.

Terkait pelaksanaan ibadah haji, fase Arafah, Muzadalifah, dan Mina (Armuzna) sudah mendekati akhir. Hari ini, sebagian jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal akan kembali ke hotelnya di Mekah.

Menag Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Saudi atas keberhasilannya dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Menag juga berpesan kepada seluruh petugas untuk tetap komitmen melayani jemaah dan siap sambut mereka di Makkah.

"Jadwal lontar jumrah jemaah haji Indonesia hari ini dimulai sejak pukul 06.00 sampai selesai. Biasanya, jemaah yang mengambil nafar awal, usai melontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah, langsung kembali ke hotel, terutama yang tinggal di kawasan dekat jamarat, seperti Raudhah dan Syisah," terang Menag.

"Saya minta petugas haji Mekah untuk siaga di pemondokan, dan bersiap sambut jemaah," pesannya.

Nafar Awal adalah jemaah yang mengambil pilihan untuk keluar dari Mina pada 12 Zulhijah sebelum terbenamnya matahari. Bagi jemaah yang akan tetap menginap sampai 13 Zulhijah, disebut Nafar Tsani.

Sekembalinya ke hotel di Makkah, jemaah akan menjalani Rukun Haji Thawaf Ifadlah dan Sa'i di Masjidil Haram.

"Beberapa hari ke depan, kepadatan aktivitas jemaah akan bergeser ke Masjidil Haram. Saya juga sudah minta ke Sektor Khusus untuk bersiap di posnya masing-masing untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah yang menjalani Ifadhah dan Sa'i," tutur Menag. (*)