Mundur dari Pimpinan Partai, PM Inggris juga Dilaporkan Mengundurkan Diri
Sebelumnya, pemerintahan Inggris nyaris bubar setelah 53 menteri dan pejabat negara mengajukan pengunduran diri.
BUKAMATA - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dilaporkan akhirnya setuju untuk lengser dari jabatannya seiring dengan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Konservatif.
Dilansir CNBC Kamis (7/7/2022), dia menyatakan ingin tetap duduk di kursi PM sampai ada pemimpin baru terpilih dari Partai Konservatif pada Oktober mendatang.
Sebelumnya, pemerintahan Inggris nyaris bubar setelah 53 menteri dan pejabat negara mengajukan pengunduran diri.
Hal ini akibat skandal pelecehan seksual Chris Pincher yang tetap diangkat sebagai Deputy Chief Whip. Posisi ini sangat penting untuk mengatur kontribusi partai di parlemen.
Johnson sempat berkukuh untuk melanjutkan pemerintahan. "Tugas seorang perdana menteri dalam situasi sulit ketika dia diberi mandat besar adalah untuk terus berjalan dan itulah yang akan saya lakukan," tegasnya, Rabu (6/7/2022).
Namun demikian, posisi Johnson justru kian rapuh. Belum lama ini, dia menghadapi mosi tidak percaya di parlemen menyusul kandal 'partygate' yang menimpanya.
Dalam mosi tidak percaya tersebut, Johnson berhasil 'lolos'. Namun, kepemimpinannya terus dipertanyakan hingga saat ini.
Dalam aturan Inggris, perdana menteri adalah anggota parlemen dan kepala pemerintahan. Pemimpin partai yang memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan umum ditunjuk sebagai Perdana Menteri oleh Ratu.
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Berita Populer
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:43
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
