MAKASSAR, BUKAMATA - Tim Ombudsman Sulawesi Selatan (Sulsel) melayangkan pujian kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar usai memantau langsung pemberangkatan Kloter 19, yang merupakan kloter terakhir yang diberangkatkan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Musim Haji 1443 H/2022 M.
Selama tiga hari berturut-turut melakukan pemantauan, Muslimin B Putra bersama Fajar dari Ombudsman Sulsel menyimpulkan bahwa seluruh tahapan pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) melalui Embarkasi Makassar, mulai sejak diterima, menginap hingga pelepasan, di Aula Mina Asrama Haji Makassar berlangsung dengan baik dan lancar berkat kesigapan panitia.
"Ada dua fokus yang kami pantau yakni ketersediaan petugas dan ketersediaan sarana. Dari hasil pemantauan, ketersediaan petugas PPIH cukup memadai, demikian pula ketersediaan sarana transportasi, konsumsi dan akomodasi. Tentu karena ditopang oleh PPIH yang cukup handal," ucap Muslimin usai memantau pemberangkatan JCH di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu, 2 Juli 2022.
Muslimin secara khusus menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasinya kepada Kepala Kanwil Kemang Sulsel, Khaeroni, Kepala Bidang PHU Ikbal Ismail, dan pihak UPT Asrama Haji Makassar atas kerjasamanya telah memberi akses, baik akses informasi maupun akses dalam memantau langsung seluruh tahapan pemberangkatan JCH Embarkasi Makassar.
"Atas nama Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kakanwil Kemenag Sulsel, Kabid PHU dan UPT Asrama Haji atas kerjasama dan koordinasinya. Tentu ini sejalan dengan PP Nomor 8 Tahun 2020 tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji," tutur dia.
Tim dari Ombudsman ini berharap proses pemulangan (debarkasi) juga nantinya bisa berjalan dengan lancar, dimana jemaah haji mendapatkan layanan yang baik hingga diberangkatkan kembali ke daerah asal masing-masing.
"Seluruh tahapan embarkasi alhamdulillah berjalan dengan lancar. Harapan kita, semoga prosesì pemulangan juga demikian, terutama bagasi jemaah termasuk ketersediaan dan kecukupan air zamzam yang akan dibawa pulang jemaah ke rumah," pungkasnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
200 Mahasiswa UIM Ikut Dialog Penguatan Moderasi Beragama dan Dakwah Inklusif ll
-
Sulsel Peringkat Keempat Nasional dalam Penguatan Literasi Keagamaan Berbasis Digital
-
Dihadiri Menag, Puncak Peringatan HAB Dipusatkan di Kabupaten Bone
-
Perkuat Peran Rumah Ibadah, 37 Masjid di Jalur Mudik Siap Beri Layanan Bagi Pemudik Nataru
-
Kepres Terkait Bipih Sudah Diteken Presiden, Calon Jemaah Haji Sulsel Sisa Bayar Rp30 Jutaan