Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Rupiah mencatat pelemahan cukup tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (1/7/2022), semakin mendekati Rp Rp15.000 per USD.
BUKAMATA - Rupiah mrncatat kinerja buruk dengan mengalami pelemahan selama 4 hari berturut-turun.
Rupiah mencatat pelemahan cukup tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (1/7/2022), semakin mendekati Rp Rp15.000 per USD.
Melansir data Refinitiv, via CNBC Indonesia, rupiah membuka perdagangan dengan melemah tipis 0,01% ke Rp14.910 per USD . Sempat menguat ke Rp 14.860 per USD, rupiah kemudian berbalik merosot hingga 0,5% ke Rp 14.970 pernah USD yang merupakan level terlemah dalam lebih dari 2 tahun terakhir.
Di penutupan perdagangan, rupiah berada di Rp 14.935 per USD melemah 0,27% di pasar spot. Dalam sepekan rupiah tercatat melemah 0,61%. Selain itu, rupiah juga mencatat pelemahan 4 pekan beruntun dengan total sekitar 3,5%.
Rupiah yang jeblok tersebut berkaitan dengan dirilis data inflasi Indonesia yang melampaui batas atas yang diperkirakan bank Indonesia. Kondisi ini memberikan tekanan bagi rupiah hari ini.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono melaporkan inflasi pada Juni 2022 tercatat 0,61% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Inflasi tahun kalender adalah 3,19%
Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Juni 2022 berada di 4,35%. Lebih tinggi dibandingkan Mei 2022 yang 3,55% sekaligus jadi yang tertinggi sejak Juni 2017.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50