Ngedate Bareng Deddy Mizwar : Menangkap Waktu, Membaca Peradaban dan Merefleksi Ke Dalam Film
Deddy Mizwar adalah orang yang sangat menghargai karya seni. Bahkan saat diminta memilih salah satu penghargaan yang paling berkesan baginya diantara seluruh pialanya Deddy tidak sanggup.
JAKARTA, BUKAMATA - Bicara soal sinematografi di Indonesia, nama ini tentunya sangat berkaitan. Lebih dari separuh hidupnya berkecimpung di dunia perfilman, Deddy Mizwar pantas disebut seorang maestro.
Berkesempatan berbincang lebih dalam dengan pemeran Jendral Nagabonar, redaksi bukakatanews.id bisa mengenal lebih dalam sosok Deddy Mizwar.
Deddy Mizwar adalah orang yang sangat menghargai karya seni. Bahkan saat diminta memilih salah satu penghargaan yang paling berkesan baginya diantara seluruh pialanya Deddy tidak sanggup.
"Semuanya berharga, bagi saya semuanya sama berharga," katanya.
Sepak terjang Deddy di dunia perfilman Indonesia menunjukkan totalitas yang dalam. Salah satu yang dapat dinikmati bersama adalah karyanya, Film Nagabonar, sekuelnya, Naga Bonar Jadi 2, dan sekuel keduanya Naga Naga Naga.
Ketiga film ini kata Deddy adalah gambaran dari sebuah peradaban. Ketiganya diproduksi dalam rentan waktu yang cukup lama, jarak antara film pertama dan film kedua sekira 20 tahun sedangkan jarak antara film kedua dan ketiga sekira 15 tahun.
"Ada peradaban di sana. Di dalam film film tersebut. Sehingga kalau pun misalnya tahun depan kita mau bikin film Naga lagi. Akan sulit. Karena ada peradaban yang terlibat di dalamnya, " kata Suami Gisellawati ini.
Ayah Senandung Nacita ini bilang, film memang bukan sebuah realita, tapi sebuah karya film adalah refleksi dari realita. Sudut pandang seorang seniman yang dituangkan ke dalam layar sehingga dapat menarik simpati mereka yang menyaksikan.
"Sudut pandang seorang seniman itu berbeda. Bisa jadi peristiwa yang sama. Di lihat berbeda antara masyarakat umum dan seorang seniman. Disanalah proses terciptanya sebuah karya," terang Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Ini.
Project terbaru yang sedang dikerjakan Deddy Mizwar adalah serial TV religi Lorong Waktu yang pernah diproduksi Deddy Mizwar pada tahun 1999 lalu.
Lorong Waktu bertema fiksi ilmiah yang diproduksi secara sederhana oleh Deddy Mizwar.
"Dulu kita belum ada teknologi secanggih sekarang. Tapi idenya sudah ada, sekarang dengan teknologi di dunia perfilman yang sudah berkembang akan diproduksi dengan kualitas lebih baik, "katanya.
Serial yang terinspirasi dari peristiwa isra' mi'raj tersebut kata Deddy akan diproduksi kembali dalam waktu dekat setelah penayangan terakhirnya pada tahun 2006.
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Berita Populer
02 Februari 2026 09:34
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:43
