JEMBER, BUKAMATA -Ada hal istimewa di Desa Karangduren, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember yang menarik perhatian Unit Pelayanan Teknis Transfusi Darah Sulawesi Selatan. Desa tersebut dapat menjadi pemasok darah untuk seluruh kabupaten bahkan mampu membantu ketersediaan darah hingga keluar negeri.
Tim UPT Transfusi darah Sulsel akhirnya melalukan kunjungan kerja selama dua hari di Kabupaten Jember, Jawa Timur 20 hingga 21 Juni 2022. Ternyata, kunjungan itu dilakukan untuk memantau kampung donor darah di Desa Karang Duren. Inovasi tersebut menarik perhatian, UPT Transfusi darah Sulsel.
Kasubag UPT Transfusi Darah Sulawesi Selatan Sumiariaty Sofyan menjelaskan, tujuan kunjungan kerja ini ke Kabupaten Jember untuk dapat mengadopsi inovasi kampung donor darah di Kecamatan Balung. Pasalnya di Kota Makassar khususnya di Sulawesi Selatan sulit mendapatkan donor darah dari masyarakat .
“Inilah yang kami mau adopsi. Karena kami sangat sulit mendapatkan pendonor darah. Satu hari saja belum tentu dapat 150 kantong darah. Justru berbeda di Kecamatan Balung,”ujar Sumiariaty, Selasa (21/6/2022)
Kepala Desa Karangduren, Nurkholik mengapresiasi rombongan UPT Transfusi Darah Sulawesi Selatan di daerah ini. Ia menjelaskan, kampung donor di Desa Karangduren, Kecamatan Balung terbentuk tahun 2021 lalu. Setelah mendapat penghargaan dari pemerintah setempat. Karena dinilai sukses melakukan donor darah sejak tahun 2003 silam.
“Kantor desa kami digunakan sebagai pendonor sejak tahun 2003 silam. Pada waktu itu hanya 39 kantong darah saja tapi seiring waktu sudah mencapai 6.000 kantong darah,”kata Nurkholik.
Sedangkan Camat Balung Rahman Hidayat menambahkan, ada beberapa cara dilakukan agar masyarakat antusias melakukan donor darah. Yakni melalukan sosialisasi, membagikan sembako, dan konsep doorprize.
“Memang awalnya sulit. Tapi perlahan-lahan masyarakat sangat antusias,”ucapnya.
Adapun Ketua PMI Jember Zainal Marzuki mengatakan, PMI Jember berdiri sejak tahun 1974. Menurutnya, ada tiga pilar utama kekuatan PMI. Yakni pengurus, pegawai tetap atau kontrak, dan relawan.
“Dulu donor darah kami lakukan sebulan sekali. Kini rutin dan pendonor bertambah terus karena kami kerap melakukan sosialisasi ke masyarakat,”tutur Zainal.
Dijelaskan, kebutuhan darah di Kabupaten Jember 3.500 kantong darah per-bulan. Artinya dalam satu hari dibutuhkan 150 kantong darah di tiga desa di kecamatan ini.
“PMI Jember menjadi penyangga untuk di Kabupaten Jember termasuk di provinsi lain dan nasional,”jelasnya.
“Bahkan kami pernah kirim darah di negara Lebanon,”dia menambahkan.
Adapun usia pendonor dari usia 18 hingga 60 tahun.