Hikmah : Sabtu, 11 Juni 2022 10:59

BUKAMATA - Kasus Covid-19 di Indonesia selama tiga minggu belakangan kembali melonjak hingga 31 persen.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Y. Aditama, menyatakan tren kenaikan kasus tidak bisa dipandang biasa saja.

"Tren kenaikan kasus ini jelas tidak bisa dipandang sebagai 'biasa-biasa' saja, tetapi juga jangan disikapi dengan kepanikan tanpa dasar yang jelas," jelas Tjandra dalam keterangannya, dikutip dari CNBC, Sabtu (11/6/2022).

Tjandra bilang, trend ini adalah 'alarm kewaspadaan', dia berharap agar ada penanganan sehingga situasi dapat lebih terkendali. 

"Kenaikan kasus ini juga menunjukkan bahwa masih cukup banyak unpredictibility dalam hal Covid-19 ini, di Indonesia dan di dunia," imbuhnya.

Dia menjelaskan Covid-19 masih merupakan pandemi. Kebijakan juga harus diputuskan dengan hati-hati dan melihat keadaan yang ada.

Kenaikan memang masih di bawah kriteria WHO, namun menurutnya dalam kesehatan masyarakat bukan melihat angka mutlak sesaat. Jadi tren kenaikan tersebut perlu diwaspadai dan perlu tindakan yang jelas.

"Tapi, dalam kesehatan masyarakat yang kita lihat bukan hanya angka mutlak sesaat, tetapi tren, dan jelas sekarang kita berhadapan dengan tren yang meningkat, sudah sampai dua kali lipat. Karena itu, kenaikan ini jelas harus diwaspadai dan dilakukan tindakan yang jelas," kata Tjandra.

 

TAG

BERITA TERKAIT